Saksi Tak Bisa Pastikan Dokumen Hancur Terkait Pengaturan Skor

Satgas Antimafia Bola tak bisa memastikan bahwa dokumen yang dirusak di Kantor PT Liga Indonesia terkait dengan kasus pengaturan skor.

Saksi Tak Bisa Pastikan Dokumen Hancur Terkait Pengaturan Skor
Kompas.com
Tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono atau Jokdri (baju kuning) diserahkan ke Kejaksaan Agung oleh tim Satgas Antimafia Bola, Jumat (12/4/2019) sore. (KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Empat orang saksi dari Satgas Antimafia Bola tak bisa memastikan bahwa dokumen yang dirusak di Kantor PT Liga Indonesia terkait dengan kasus pengaturan skor.

Hal itu diungkapkan oleh anggota tim penasehat hukum Joko Driyono, Mustofa Abidin, seusai sidang lanjutan kliennya, soal dugaan pengaturan skor, di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Empat saksi itu adalah Pudjo Prasetyo, I Gusti Ngurah Putu Kresna, Riyanto Sulistya, dan Franciscus Manalu dari Satgas Antimafia Bola.

Ada tiga saksi umum juga yang turut hadir yakni Muhammad Mardani Morgot (sopir Joko Driyono), Muhammad Tri Mursalim selaku office boy apartemen Rasuna Office Park, dan Mus Mulyadi yang merupakan office boy PT Liga Indonesia (LI).

Dalam persidangan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencecar para saksi soal temuan dokumen hancur yang ditemukan Satgas Antimafia Bola.

"Sampai di tempat, saudara Pujo yang mengecek bagian pantry ada sampah-sampah yang dikira robekan kertas menggunakan mesin penghancur kertas," kata salah seorang saksi Satgas Antimafia Bola, I Gusti Ngurah Putu Kresna dari rilis yang diterima BolaSport.com.

"Kenapa kami tahu? Karena di Polda pun kami sering melakukan penghancuran kertas," ujarnya menambahkan.

(BolaSport.com)

Editor: Damanhuri
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved