Bolehkah Tak Berpuasa Saat Mudik ? Begini Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama

Saat berada dalam perjalanan mudik Lebaran, pemudik kerap menemukan berbagai kendala untuk menjalani kewajiban ibadah.

Bolehkah Tak Berpuasa Saat Mudik ? Begini Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Kepadatan arus balik kendaraan mudik lebaran terlihat di Tol Cipularang-Palimanan menuju Jakarta, Jumat (30/6/2017). Kepadatan volume kendaraan terlihat di ruas jalan tol km 86 hingga km 138. 

Seorang musafir diberikan kelonggaran dalam menjalankan ibadah wajib salat lima waktu dalam satu kali waktu.

Seperti halnya menjamak salat, yakni menggabungkan salat Zuhur dan Asar bisa dilaksanakan di waktu Zuhur atau Asar.

Sementara, jika menggabungkan salat Magrib dan Isya bisa dilakukan di waktu Magrib atau Isya.

Tak hanya itu, musafir boleh pula memperpendek atau meng-qashar rakaat salat.

Seperti salat Zuhur, Asar, dan Isya boleh dipendekkan masing-masing menjadi dua rakaat saja.

2. Bagaimana arah kiblat saat salat di dalam kendaraan?

Musafir diperbolehkan salat di kendaraan dengan arah kiblat sesuai dengan posisi tempat duduk di perjalanan.

Sehingga, tidak diwajibkan menghadap arah kiblat tetapi cukup menyesuaikan posisi tempat duduk ke mana pun kendaraan tersebut melaju.

3. Bagaimana dengan ketentuan wudu di kendaraan?

Musafir diperbolehkan untuk tayamum jika tidak menemukan air atau dalam kondisi terbatas.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved