KPK Telisik Sofyan Basir Soal Fee yang Diterima Eni Saragih

KPK kembali memeriksa mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir setelah resmi ditahan.

KPK Telisik Sofyan Basir Soal Fee yang Diterima Eni Saragih
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Sofyan Basir 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir setelah resmi ditahan.

Sofyan Basir menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap proyek pembanguan PLTU Mulut Tambang Riau-1.

Pada hari ini, disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sofyan ditelisik tim penyidik soal perannya dalam proyek yang menelan biaya USD 900 juta atau setara Rp 12,8 triliun‎.

"Tim penyidik mengklarifikasi pengetahuan tersangka terkait dengan fee yang telah diterima Eni Maulani Saragih dkk," kata Febri kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Dalam perkara PLTU Riau-1, kata Febri, tim penyidik KPK telah memeriksa sebanyak 78 saksi, antara lain pejabat PLN dan anak perusahaan PLN, Anggota DPR-RI, dan swasta lainnya.

Sementara itu, Sofyan yang tiba di Gedung KPK tak banyak bicara terkait materi pemeriksaannya hari ini.

"Assalamualaikum, selamat puasa," ucap Sofyan singkat sembari menutupi tangannya yang terborgol sebelum masuk ke dalam Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019).

Hingga pukul 15.50 WIB, Sofyan Basir masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

Keterlibatan Sofyan berawal ketika Direktur PT Samantaka Batubara mengirimi PLN surat, pada Oktober 2015. Surat pada pokoknya memohon PLN memasukkan proyek dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

Sayangnya, surat tak ditanggapi. Pemilik saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo akhirnya mencari bantuan agar dibukakan jalan berkoordinasi dengan PLN untuk mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listnk Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved