Dianggap Kurang Menguntungkan, Petani Sukamakmur Pilih Alih Profesi

penghasilan bertani yang pas-pasan membuat beberapa teman seperjuangannya rela meninggalkan profesi lama.

Dianggap Kurang Menguntungkan, Petani Sukamakmur Pilih Alih Profesi
TribunnewsBogor.com/Tsaniah Faidah
Pahrudin dan sawah garapannya di wialayah Sukamakmur, Kaupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAMAKMUR - Penghasilan yang tak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari membuat beberapa petani di Kampung Tegal Panjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor  beralih profesi.

Mereka lebih memilih pekerjaan seperti buruh pabrik atau berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pahrudin (50), salah seorang petani setempat mengatakan, penghasilan bertani yang pas-pasan membuat beberapa teman seperjuangannya rela meninggalkan profesi lama.

Buruh pabrik atau berdagang dianggap lebih mensejahterakan dibanding menggarap sawah.

Hal ini cukup dikhawatirkan Pahrudin, yang selama 25 tahun masih berpegang teguh pada profesi bertaninya.

Pasalnya ia takut jumlah petani semakin berkurang, apalagi mengingat sebagian besar wilayah Sukamakmur merupakan lahan pertanian.

"Memang jadi buruh pabrik atau dagang lebih menguntungkan," ujar dia saat ditemui TribunnesBogor.com, Selasa (4/6/2019).

Ditambah lagi, minat pemuda menjadi petani di desa ini dinilai masih kurang.

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya petani usia muda yang menggarap sawah di daerah tinggalnya sendiri.

Halaman
12
Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved