Jalur Puncak Mangkrak Karena Terkendala Dana

Jalur Puncak II, menurutnya merupakan solusi yang paling masuk akal untuk mengatasi kemacetan di Jalur Puncak.

Jalur Puncak Mangkrak Karena Terkendala Dana
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Jalur Puncak II, Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Jalan Raya Puncak merupakan lokasi rawan macet di wilayah Kabupaten Bogor terutama saat hari libur.

Pada masa libur lebaran 2019 pun, kemacetan lalu lintas di kawasan wisata ini tak terbendung.

Bupati Bogor Ade Yasin menilai bahwa rekayasa lalu lintas, pelebaran jalan dan juga memaksimalkan jalur alternatif belum tentu efektif mengatasi kemacetan di jalur ini.

"Kemacetan di Puncak ini walau pun sudah rekayasa lalu lintas, sudah kita maksimalkan jalur alternatif, tapi tetep kondisinya begini (macet)," kata Ade Yasin, Minggu (9/6/2019).

Jalur Puncak II, menurutnya merupakan solusi yang paling masuk akal untuk mengatasi kemacetan di Jalur Puncak.

Diketahui, Jalur Puncak II ini membentang dari Cileungsi dan Citeureup ke arah Cianjur.

Pembangunan Jalur Puncak II ini diketahui sudah dicanangkan sejak pemerintahan Bupati sebelumnya yakni Rahmat Yasin (RY), namun sampai saat ini malah mangkrak.

Ade mengaku bahwa pertemuan terakhir dengan Kementrian PUPR adalah sekitar 1 bulan yang lalu dan PUPR masih harus melakukan kajian.

"Kebetulan tanah (Jalur Puncak 2) yang sudah dibebaskan termasuk sumbangang dari para investor, hibah-hibah dari masyarakat juga itu sejauh 46 km. Itu hibah masyarakat dari era pemerintahan yang lama, Pak RY. Kendalanya anggaran kami tidak mampu untuk membiayai itu. Mudah-mudahan, kita akan terus melobi pemerintah pusat," kata Ade.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved