Breaking News:

Pilpres 2019

Komentari Buzzer yang Salahkan Demokrat, Andi Mallarangeng: Kalau Pak Prabowo Kalah, Ngapain ke MK

Menurut Andi Mallarangeng, tulisan rekannya itu karena adanya buzzer yang menyerang para politisi Demokrat untuk menyalahkan kekalahan Prabowo.

Penulis: yudhi Maulana | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Warta Kota/henry lopulalan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan usai melakukan petemuan tertutup di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Dalam pertemuan tersebut partai Demokrat dan partai Gerinda bersepakat untuk memenangkan pemilu presiden dan legislatif pada pemilu 2019. Warta Kota/henry lopulalan 

"Itu urusan lain, supaya jelas logikanya, logikanya begini kan menang atau kalah, kalau Pak Prabowo dianggap menang sesuai dengan hasil dari C1 yang awalnya 62 persen lalu 54 persen maka tidak perlu menyalahkan siapa-siapa menang kok," kata Andi Malarangeng.

Pernyataan Prabowo saat Melayat ke Cikeas, Demokrat: SBY Masih Menangis Saat Ceritakan Ibu Ani

Ani Yudhoyono Wafat Usia 67 Tahun, Dokter Ungkap Kondisi Terakhir Istri SBY, Kader Demokrat Menangis

SBY Sebut Akibat Bertemu Jokowi : AHY, SBY, dan Partai Demokrat Diserang Habis

Kalaupun dianggap kalah karena dianggap ada kecurangan atau kesalahan perhitungan di KPU makanya dimaju ke Mahkamah Konstitusi untuk meluruskan bahwa Pak Prabowo lah yang menang karena itu tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, kecurangan dan kesalahan di KPU kalau itu," ucapnya.

Ia pun menjelaskan bila kondisi sebaliknya bila Prabowo kalah.

Menurutnya, bila ada pihak yang menganggap kekalahan Prabowo Subianto karena Demokrat, maka seharusnya tak perlu diadukan ke MK.

"Sebaliknya kalau memang kemudian Pak Prabowo memang kalah maka ya sekarang kalau begitu ya enggak perlu datang ke Mahkamah Konstitusi, kan kalau orang kalah ngapain pergi ke Mahkamah Konstitusi, kan kalahnya diangap sebagai karena SBY, AHY, Demokrat tidak mendukung sepenuhnya pastikan penyebabnya ini kan? Ya ngapain perlu ke Mahkamah Konstitusi."

"Mari coba diluruskan logikanya para buzzer tersebut, karena itu lebih baik daripada saling menyalahkan nanti jadi buruk muka cermin dibelah," ujar Andi Malarangen mencoba meluruskan pernyataan-pernyataan buzzer di Twitter.

Prabowop Subianto bertemu SBY
Prabowop Subianto bertemu SBY (Kompas TV)

Andi menjelaskan untuk saat ini Demokrat masih akan fokus ke Mahkamah Konstitusi.

Bukan hanya soal gugatan Pilpres 2019, tapi juga Pileg 2019.

'Untuk pileg juga ada proses di MK kita menggugat beberapa kursi di beberapa dapil, kita pun digugat."

Langsung Datangi Jokowi Saat Lebaran, Ini Alasan AHY Belum Temui Prabowo Saat Hari Raya Idul Fitri

SBY dan AHY Duduk Bersebelahan Ikut Iring-iringan Mobil Jenazah Ani Yudhoyono

"Agenda kedua adalah melakukan evaluasi menyeluruh dari hasil pemilu ini, yang ketiga kita akan mempersiapakan calon-calon terpilih untuk DPR dan DPRD dan harus ditraining lebih dulu, baru yang keempat baru ke arah mana Demokrat 5 tahun ke depan," ucapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved