Breaking News:

Pilpres 2019

Komentari Buzzer yang Salahkan Demokrat, Andi Mallarangeng: Kalau Pak Prabowo Kalah, Ngapain ke MK

Menurut Andi Mallarangeng, tulisan rekannya itu karena adanya buzzer yang menyerang para politisi Demokrat untuk menyalahkan kekalahan Prabowo.

Penulis: yudhi Maulana | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Warta Kota/henry lopulalan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan usai melakukan petemuan tertutup di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Dalam pertemuan tersebut partai Demokrat dan partai Gerinda bersepakat untuk memenangkan pemilu presiden dan legislatif pada pemilu 2019. Warta Kota/henry lopulalan 

Jokowi juga akan memberikan kesempatan pada anak muda usia 20-30 tahunan untuk bergabung.

SBY Tanggapi Pertemuan Jokowi dan AHY, Fadli Zon: Saya Tiap Hari Dibully Santai Aja

"Yang muda-muda ini juga kita akan berikan ruang yang ada di kementerian. Nanti dilihat lah yang muda-muda, mungkin bisa saja umur 20-25 mungkin saja," katanya.

"Bisa saja umur 30an, karena sesuai dengan tantangan yang ada sekarang, digital ekonomi, industri kreatif, ya ini miliknya anak-anak muda," tandasnya.

Kemudian Jokowi juga ditanya soal isu yang menyebut kalau dirinya akan mengajak Komandan Kosgama Partai Demokrat Agus Yudhoyono ( AHY) dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno untuk dijadikan menteri di kabinetnya.

Mendengar pertanyaan itu, Jokowi pun kemudian tertawa.

Jokowi saat menceritakan rencana kabinet kerja jilid 2
Jokowi saat menceritakan rencana kabinet kerja jilid 2 (Youtube/ Official iNews)

"Kita ini belum berbicara sampai sedetail itu, belum sejauh itulah, yang pertama kita masih menunggu proses di MK, lembaganya sendiri juga masih kita pikirkan, apakah perlu kementerian baru, kemudian siapa yang mengisi, ini masih dalam proses, tapi yang jelas sebelum 20 oktober bayangannya sudah ada," jelasnya.

Namun, ia tak menurut kemungkinan jika dua nama tokoh muda itu masuk dalam jajaran kabinetnya yang baru.

"Saya terbuka untuk siapapun bersama-sama bekerja sama membangun negara ini, memajukan negara ini, siapapun. Partai dari koalisi sebelah masuk silahkan saja, saya terbuka. Asal memiliki visi yang sama," katanya.

TKN: Siapapun yang Belajar Hukum, Terbengong-bengong Baca Materi Gugatan Prabowo-Sandi

"Jadi AHY dan Sandiaga Uno juga bisa?," tanya sang reporter.

"Ya kenapa tidak," jawab Jokowi tersenyum.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved