Ajukan Banding, Ahmad Dhani Sebut Hakim Banyak Abaikan Fakta Persidangan

Ahmad Dhani mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang mengganjarnya hukuman penjara 1 tahun.

Ajukan Banding, Ahmad Dhani Sebut Hakim Banyak Abaikan Fakta Persidangan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Musisi Ahmad Dhani menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019). Majelis hakim PN Jakarta Selatan memvonis Ahmad Dhani dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan langsung dilakukan penahanan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ahmad Dhani mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang mengganjarnya hukuman penjara 1 tahun dalam perkara ujaran kebencian melalui Vlog Idiot, Selasa (11/6/2019).

Menurut dia, hakim banyak mengabaikan fakta-fakta persidangan.

Dia menyimpulkan tiga point fakta persidangan yang diabaikan majelis hakim.

Pertama, bahwa keterangan saksi ahli yang terlibat dalam pembuatan Undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE), yang menyatakan bahwa subjek hukum yang menjadi korban dalam pasal 27 ayat 3 adalah perorangan, bukan lembaga hukum.

"Tapi saya dilaporkan oleh koalisi bela NKRI, bukan perorangan," katanya usai sidang. Baca juga: Vonis Kasus Vlog Idiot Ahmad Dhani Dibacakan Hakim Hari Ini Kedua, ada saksi yang diajukan tim jaksa yang menyebut kasus Vlog Idiot bukan masuk pasal 27 ayat 3, melainkan penghinaan ringan pasal 315.

"Selanjutnya adalah fakta yang disembunyikan. Bahwa pelapor adalah pelaku persekusi. Pelapor yang sempat bersaksi di persidangan adalah pelaku persekusi," jelasnya.

Atas vonis tersebut, Ahmad Dhani dan tim kuasa hukumnya mengajukan banding.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Dhani kepada majelis hakim usai pembacaan vonis.

"Saya banding yang mulia," katanya.

Vonis untuk Ahmad Dhani lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada April lalu.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved