Kepala Desa di Kabupaten Bogor Tolak Kekerasan dan Kerusuhan Pasca Pilpres 2019

Penolakan ini adalah penolakan kekerasan atau kerusuhan jelang atau setelah penetapan Mahkamah Konstitusi di Jakarta.

Kepala Desa di Kabupaten Bogor Tolak Kekerasan dan Kerusuhan Pasca Pilpres 2019
Istimewa
Kades di Bogor deklarasikan pemilu damai 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Para kepala desa di wilayah Kabupaten Bogor deklarasikan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan kerusuhan terkait Pilpres tahun 2019.

Penolakan ini adalah penolakan kekerasan atau kerusuhan jelang atau setelah penetapan Mahkamah Konstitusi di Jakarta.

Mengingat kerusuhan tanggal 21-22 Mei lalu yang menimbulkan korban.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Adang.

"Kami sebagai kepala desa, menolak segala apapun kekerasan dalam bentuk apapun apalagi dalam hal sengketa Pemilu 2019. Mudah-mudahan himbauan kami didengar dan diteruskan kepada masyarakat," katanya, Selasa (11/6/2019).

Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Edy Sudrajat.

Ia mengatakan bahwa penolakan ini demi ketertiban dan keamanan bersama mulai dari tingkat desa

"Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk menolak kekerasan, kerusuhan terutama mengenai hasil pemilu tahun 2019," ungkap Edy.

Editor: Naufal Fauzy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved