Perubahan Model Bisnis Lorena Transport Tunjukan Perkembangan Positif

ditahun ketiga pada tahun 2018 perubahan model bisnis dari Mass public transportation menjadi Boutique mass transportation menunjukan

Perubahan Model Bisnis Lorena Transport Tunjukan Perkembangan Positif
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
jajaran direksi Pt Eka Lokasari Lorena Transport TBK 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pada tahun tiga sejak pelaksanaan program konsolidasi dan perubahan model bisni bagi PT Eka Sari Lorena Transport Tbk menunjukan trend bisnis yang positif.

Direktur Pelaksana dan Direktur Keuangan PT Eka Sari Lorena Transport TBK, Dwi Rianta Soerbakti mengatakan bahwa ditahun ketiga pada tahun 2018 perubahan model bisnis dari Mass public transportation menjadi Boutique mass transportation menunjukan perkembangan yang positif.

"Iya jadi strategi itu untuk perseroan menciptakan produck and service differentiation, kita juga melakukan evaluasi trayek akap," katanya usai paparan publik disalahsatu hotel di Bogor, Rabu (12/5/2019).

Dwi menjelaskan bahwa evaluasi terhadap trayek AKAP dilakukan dengan cara melakukan perubahan terhadap trayek-trayek yang bersinggungan langsung dengan moda transportasi udara dan kereta api dengan mengalihakan ke trayek lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Tak hanya itu PT Eka Sari Lorena Transport Tbk yang merupakan operator armada bus Lorena sejak tahun 2018 juga sudah mengoprasikan armada bus double decker atau bus tingkat.

Dwi juga mengklaim bahwa pengoperasian bus tingkat untuk antar kota dan antar provinsi pertama kali dilakukan oleh lorena.

"Iya jadi itu strategi usaha di 2019 dengan merubah “Business Model” perseroan dari layanan Mass Public Transportation menjadi Boutique Mass Transportation, kemudian product differentiation perseroan mengoperasikan armada bus double decker Mercedes-Benz OC 500 R F 2542, kita juga memperkuat rute jarak pendek termasuk memasuki program angkutan umum yang di gagas oleh BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) Kemenhub RI yaitu TransJabodetabek, Jakarta Residence Connexion dan Jakarta Airport Connexion," ujarnya.

Sementara itu dari segi pemasaran kata Dwi Perseroan terus memperkuat digital marketing dan e-Ticketing atau online tiket.

Dengan demikian diharapkan penjualan tiket lorena secara digital bisa memudahkan masyarakat.

"Perseroan terus memperkuat Digital Marketing & e-Ticketing on-line ticketing dan melakukan penjualan di Traveloka, AlfaMart dan Indomart untuk memudahkan pelanggan membeli tiket, dengan penjualan ticket e-Commerce cakupan wilayah pemasaran perseroan tidak terbatas hanya di wialah Indonesia saja tapi juga ke luar negeri," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved