Wiranto: Pengakuan Tersangka Rusuh 22 Mei Ditampilkan untuk Bantah Hoaks

Menurut Wiranto, keterangan para tersangka kerusuhan itu ditampilkan yakni untuk membantah hoaks yang beredar di masyarakat saat ini.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Menko Polhukam, Wiranto 

Wiranto: Pengakuan Tersangka Rusuh 22 Mei Ditampilkan untuk Bantah Hoaks

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menko Polhukam Wiranto membeberkan alasan ditampilkannya keterangan para tersangka kerusuhan 21- 22 Mei terkait dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan dugaan rencana pembunuhan.

Menurutnya, alasan dilakukannya hal itu yakni untuk menetralkan informasi tidak benar yang beredar di masyarakat.

Melalui pengakuan itu, Wiranto berharap bisa menetralkan isu yang berkembang bahkan semua peristiwa dalam rangkaian kerusuhan 21 - 22 Mei 2019 hanyalah karangan dari pihak pemerintah semata.

"Penyelidikan dan penyidikan oleh Polri ya akan kita buka ke masyarakat supaya masyarakat dan juga bisa mereduksi berbagai spekulasi, hoaks, yang melakukan katakanlah investigasi liar yang kemudian banyak sekali skenario-skenario yang muncul ke publik," ujarnya dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube @metrotvnews, Rabu (12/6/2019).

Ia juga menjelaskan, paling tidak, dibeberkannya pengakuan para tersangka itu untuk memperjelas tiga hal yang selama ini jadi perbincangan publik.

"Mahksud saya, dengan penjelasan dari aparat kepolisian kepada masyrakat, semua jadi jelas kan? Paling nggak tiga hal jadi jelas kan, masalah kerusuhan 21- 22 Mei, masalah senjata ilegal yang dikuasai dan dimiliki oleh saudara Sunarko, lalu adanya satu senjata ilegal yang ada hubungannya dengan rencana pembunuhan lima tokoh," katanya.

Kemudian dilansir dari Tribunnews.com, Wiranto juga meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pendalaman hingga pengembangan dari penyidik Polri karena proses hukum tengah berjalan.

"Semua sudah kami beberkan ke masyarakat, memang belum selesai. Namanya masih proses hukum, sekarang kan mereka gak sabar seakan harus segera tuntas. Nanti pasti ketemu anatomi kerusuhan secara utuh‎, proses hukum butuh pembuktian, kesaksian dan sebagainya," ungkap Wiranto.

Pengakuan tersangka atas instruksi Kivlan Zen
Pengakuan tersangka atas instruksi Kivlan Zen (Youtube channel Kompas TV)

Wiranto menambahkan adanya kesaksian yang disampaikan dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, ‎Selasa (11/6/2019) soal Habil Marati memberikan uang SGD 15 ribu ke Kivlan Zen.

Lalu uang diserahkan pada tersangka H Kurniawan untuk membeli senjata.

Maafkan Kivlan Zen yang Diduga Berniat Membunuhnya, Yunarto Wijaya: Demokrasi Kita Telah Tercemar

Jadi Sasaran Rencana Pembunuhan, Wiranto: Kita Tetap Bekerja Keras, Soal Nyawa Ada di Tangan Allah

Serta Habil Marati disebut memberikan uang Rp 60 juta ke tersangka H Kurniawan untuk dana operasional.

Seluruh kesaksian itu bersumber dari berita acara pemeriksaan.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita berbagai jenis senjata api dan rompi anti peluru.

Polisi turut menyita sejumlah mata uang asing dolar Singapura yang nilainya sekitar Rp 150 juta.

"Ini pengakuan dari berita acara pemeriksaan, testimoni yang disumpah, bukan karangan kita. Paling tidak kan sudah bisa menetralisir bahwa "Ah Wiranto Lebay, karangan pemerintah, karangan aparat keamanan untuk cari popularitas. Masya Allah, saya katakan, saya tidak ngomong apa-apa, sekarang yang bicara hasil penyidikan dan penyelidikan," paparnya.

Ini videonya :

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved