Banyak Dikeluhkan oleh Masyarakat, Ganjar Pranowo Minta Kemendikbud Ubah PPDB 2019

mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) untuk mengevaluasi bahkan mengubah mekanisme dan aturan PPDB 2019.

Banyak Dikeluhkan oleh Masyarakat, Ganjar Pranowo Minta Kemendikbud Ubah PPDB 2019
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat memberikan keterangannya kepada wartawan di Warung Cemoro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2019 untuk SMA dan SMK menuai banyak protes dari masyarakat. Protes muncul lantaran persoalan sistem zonasi serta kuota anak berprestasi dinilai terlalu sedikit, yakni hnya 5 persen.

Menanggapi protes dari masyarakat itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung mengambil sikap.

Ia mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) untuk mengevaluasi bahkan mengubah mekanisme dan aturan PPDB 2019.

"Saya setiap hari ditanya masyarakat terkait PPDB online ini. Mereka bertanya soal zonasi serta minimnya tempat bagi siswa berprestasi karena kuota yang disediakan hanya 5 persen," ujarnya

"Maka tadi malam saya menggelar rapat dengan Dinas dan saya telpon langsung pak Menteri Pendidikan terkait masalah-masalah ini," lanjut Ganjar ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/6/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Ganjar, setelah dicermati, Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB masih menimbulkan persoalan di masyarakat.

Ini karena penerapan zonasi dengan kuota 90 persen dan jalur prestasi hanya 5 persen. Alhasil banyak siswa cerdas yang telah menyiapkan diri untuk masuk sekolah yang diinginkan, terkendala aturan itu.

Maka, lanjut dia, Jawa Tengah berinisiatif mengusulkan kepada pemerintah pusat, agar melakukan perubahan terhadap sistem PPDB. Salah satunya, agar siswa yang memiliki prestasi mendapatkan keleluasaan untuk memilih sekolah yang diinginkan.

"Saya usul boleh tidak kuota jalur prestasi diubah dari 5 persen menjadi 20 persen. Kalau bisa 20 persen, maka mereka yang berprestasi bisa mendapatkan pilihan sekolah melampaui zonasi yang sudah ditetapkan," tegasnya.

Selain terkait penambahan kuota jalur berprestasi, Ganjar juga mempersoalkan aturan bahwa yang tercepat mendaftar akan mendapatkan prioritas. Menurutnya, aturan ini tidak fair dan akan mempersulit masyarakat.

Halaman
123
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved