Kronologi Setya Novanto Plesiran ke Luar Lapas, 'Kabur' dari RS Pakai Kursi Roda Bersama Sang Istri

Merespon pemberitaan yang telah beredar terkait foto Setnov yang sedang Plesiran ke luar Lapas, Liberti menyampaikan permintaan maafnya.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGSINDUR - Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak meminta maaf kepadamasyarakat atas plesiran yang dilakukan Setya Novanto saat jalani hukuman di Lapas Gunungsindur, Bandung.

Hal itu disampaikan pada sesi Konferensi Pers yang digelar di Lobi Rumah Tahanan Gunungsindur, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019).

Pada kesempatan itu, Liberti mengungkapkan bahwa staffnya lalai dalam bertugas sehingga Setnov terlihat keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Merespon pemberitaan yang telah beredar terkait foto Setnov yang sedang Plesiran ke luar Lapas, Liberti menyampaikan permintaan maafnya.

"Saya selaku pimpinan mengucapkan mohon maaf yg sebesar-besarnya ke publik, ini murni keteledoran staff saya di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, Liberti menerima laporan dari Kepala Lembaga Permasyarakatan Sukamuskin bahwa hari Selasa (10/6/2019) lalu, Setnov jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan.

Menyikapi hal tersebut, Liberti langsung melakukan sidak ke Rumah Sakit tempat di mana Setnov dirawat.

"Hari selasa saya terima laporan dari kalapas bahwa Setnov perlu perawatan di rumah sakit di Bandung jam 8 pagi. Laporan itu saya tindak lanjuti langsung dengan melakukan sidak di Rumah Sakit dan benar saya temukan 3 orang dalam satu kamar itu satu orang atas nama setnov ada infus di tangan kanan, satu orang mengaku istrinya dan satu orang anaknya juga. Saya tanya sakit apa, setnov menjawab bahwa tangan sebelah kirinya tidak bisa bergerak sehingga dibutuhkan perawatan di RS. Pada saat itu saya sempat menasihati, gunakan waktu ini untk benar-benar saudara agar bisa sehat, dia bilang iya pak terima kasih, saya balik ke kantor," ungkapnya.

Namun sayangnya, Setnov melakukan pelanggaran berupa penyalahgunaan izin berobat dengan melakukan Plesiran hingga akhirnya foto tersebut tersebar di sosial media.

"Hari jumat jam 7 saya dapat laporan dari kalapas bahwa ada berita di medsos bahwa Setnov pelesiran di padalarang di Bandung. Saya bilang ke kalapas sekarang juga periksa itu pengawal, setelah pengawal diperiksa sekaligus secara bersamaan juga di tempat yang berbeda Setnov juga diperiksa sambil saya OTW dari rumah ke Lapas Sukamiskin. Saat sampai, saya panggil pengawal itu, saya lakukan beberapa pertanyaan. Pertanyaan itu menyangkut kondisi terakhir itu. Pengawal jawab, 13.45 Setnov dan istrinya turun ke bawah karena dia dirawat di lantai 8 untuk menyelesaikan administrasi karena hari itu ada pemberitahuan dari RS dia boleh pulang.  Karena dia masih pakai kursi roda keyakinan staf kita hanya untuk itu kepentingannya karena barang-barang Setnov masih di kamar itu, dia nunggu di pintu tempat Setnov dirawat," ungkapnya.

"Tunggu punya tunggu 1 jam 2 jam tidak naik juga, pengawal pun turun ke bawah, megecek, ternyata tak ada juga di bawah, ditanya ke bagian kasir, belum ada nama Setnov. Tunggu punya tunggu Setnov datang lagi ke rumah sakit itu, setelah selesai, kembali ke lapas pukul 19.00 WIB. Inilah kronologis yg sebenarnya, ada indikasi kebenaran bahwa di pelesiran sampai 17. 45 WIB," terangnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved