Sektor UMKM Belum Mampu Serap Tenaga Kerja di Kota Bogor, Ini Kata Pengamat Ekonomi

Tak hanya itu, Disnakertrans juga mencatat pada tahun 2018 penyerapan tenaga kerja hanya 30 persen dari sekitar 3000 pencari kerja.

Sektor UMKM Belum Mampu Serap Tenaga Kerja di Kota Bogor, Ini Kata Pengamat Ekonomi
Ilustrasi pengangguran
SHUTTERSTOCK 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penyerapan tenaga kerja dari sektor UMKM belum mampu secara maksimal menyerap tenaga kerja.

Bahkan Dinas UMKM menyebutkan bahwa dari 2000 penyerapan tenaga kerja dari sektoe UMKM yang terserap hanya sekitar 800 orang.

Tak hanya itu, Disnakertrans juga mencatat pada tahun 2018 penyerapan tenaga kerja hanya 30 persen dari sekitar 3000 pencari kerja.

Padahal peluang atau lowongan perkerjaan ada sekitar 2000.

Menanggapi fenomena belum maksimalnya tenaga kerja di Kota Bogor yang bisa diserap, Pengamat Ekonomi STIE Kesatuan Dr. Saefudin Zuhdi MM mengatakan bahwa kondisi tersebut bisa berpengarus pada pertunbuhan ekonomi masyarakat Kota Bogor dan terhadap angka kemiskinan.

Saefudin menganalisa bahwa semakin banyak tenaga kerja yang terserap bisa menumbuhkan tingkat oerekonomian masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan.

"Dan sebaliknya jika penyerapan tenaga kerja rendah artinya kegiatan perekonomian masyarakat kurang baik sehingga tingkat pengangguran akan tinggi dan tingkat kemisikinan pun tinggi dan berpotensi angka kriminal tinggi," ujarnya Jumat (14/6/2019).

Saefudin menilai bahwa rendahnya penyerapan tenaga kerja harus didorong kepada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi dengan kebutuhan industri.

Bukan hanya itu, Saefudin juga menekankan agar pemwrintah bisa mendorong dan memfasikitasi pertumbuhan UMKM

Halaman
123
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved