Iklan Rokok Di Internet Kini Mulai Diblokir Oleh Pemerintah

Permintaan Kemenkes itu disampaikan melalui Surat Menteri Kesehatan RI kepada Menteri Kominfo RI No TM.04.01/Menkes/314/2019 perihal Pemblokiran Iklan

Iklan Rokok Di Internet Kini Mulai Diblokir Oleh Pemerintah
Serambi Indonesia/Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kementrian Kesehatan RI mengajukan permintaan kepada Menteri Kominfo RI untuk memblokir iklan rokok di internet.

Permintaan Kemenkes itu disampaikan melalui Surat Menteri Kesehatan RI kepada Menteri Kominfo RI No TM.04.01/Menkes/314/2019 perihal Pemblokiran Iklan Rokok di Internet.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun kini melakUkan penyisiran iklan rokok di internet.

"Segera setelah menerima surat dimaksud, Menteri Kominfo Rudiantara lansung memberikan arahan kepada Ditjen Aplikasi Informatika untuk melakukan crawling atau pengaisan terhadap konten iklan rokok di internet," ujar Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Minggu (16/6/2019).

Ferdinand menambahkan, setelah mendapatkan perintah, tim AIS Kemkominfo langsung melakukan crawling dan ditemukan 114 kanal (Facebook, Instagram & YouTube) yang jelas melanggar UU 36/2009 tentang Kesehatan Pasal 46, ayat (3) butir c tentang promosi rokok yang memperagakan wujud rokok.

"Saat ini Tim AIS Kemenkominfo sedang melakukan proses take down atas akun/konten pada platform-platform di atas," kata Ferdinand.

Menurut Ferdinand, Menkominfo Rudiantara juga sudah menelpon Menkes sebagai regulator kesehatan untuk menggelar rapat koordinasi teknis secepatnya.

Hal itu dilakukan untuk membahas kemungkinan pelanggaran atas pasal-pasal lainnya.

"Karena regulator (Kemenkes) yang bisa meng-interpretasi-kan legislasi/regulasi dengan lebih baik," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Blokir Iklan Rokok di Internet"

Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Erlangga Djumena

Editor: Naufal Fauzy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved