Dedie A Rachim Beberkan Tiga Rencana Mega Proyek Pemerintah Pusat di Kota Bogor

Antisipasi tersebut dilakukan guna mempersiapkan kebutuhan dan dampak dari adanya pembangunan dari Pemerintah Pusat.

Dedie A Rachim Beberkan Tiga Rencana Mega Proyek Pemerintah Pusat di Kota Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Rencana pemerintah pusat melakukan pembagunan sejumlah infrastruktur di Kota Bogor langsung direspon oleh Pemerintah Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama para kepala dinas di lingkungan Pemkot Bogor membuat sebuah forum untuk antisipasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang menjadi program pemerintah pusat

Antisipasi tersebut dilakukan guna mempersiapkan kebutuhan dan dampak dari adanya pembangunan dari Pemerintah Pusat.

Dedie menuturkan setidaknya ada tiga rencana pembangunan infrastruktur milik pemerintah pusat yang akan dilakukan di Bogor.

Satu diantaranya pembangunan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah program LRT milik pemerintah pusat.

"Iya pertama ada beberapa program pusat yang masuk ke Kota Bogor, antara lain yang paling dekat ini kan tadi terkait dengan lrt karena kembali lagi terkait lrt karena ide lrt ini akan merubah seluruhnya, jadi kalau ini masuk wajah Kota Bogor kan berubah jadi saya menginternalisasi apa yang sudah kita lakukan pembicaraan di tingkat pemerintah Kota Bogor dengan pemerintah pusat," katanya Senin (17/6/2019) usai melakikan forum pertemuan dengan OPD di Balaikota Bogor.

Dedie juga mengatakan selain LRT program lainnya adalah rencana pembangunan terminal tipe C.

"Kalau itu (Terminal Baranangsiang) kewenangannya sudah milik pusat tentu kan Kota Bogor harus kembali menyiapkan terminal tipe C untuk angkot atau terminal dukungan itu kan harus kita pikirin akibat dari kebijakan pusat yang sampai dengan saat ini sudah mendekati final," ujarnya.

Tak hanya itu, Dedie juga menyoroti soal rencana pemerintah pusat dalam hal ini PT KAI yang berencana membangun double track lintas Bogor - Sukabumi

Dedie mengatakan bahwa pembangunan tersebut akan ada konsekuensi yang harus dihadapi.

Untuk itu Ia dan jajarannya sedang melakukan persiapan persiapan guna menyikapi adanya pembangunan milik pemerintah pusat

"Double track Bogor Sukabumi lalu nanti pemerintah pusat segera merealisasikan double track Bogor Sukabumi, berapa ribu orang itu yang harus direlokasi oleh karena itu kita harus mempersiapkan karena tidak bisa begitu timbul gejolak baru kita antisipasi tidak begitu, jadi kita sudah tau pusat programnya apa saja di Bogor ini baru kita persiapkan, tiga ini dikembangkan teman-teman di pemerintah kota harus antisipasi itu semua enggak bisa nanti kalau lrt udah jadi baru kita bikin jalannya, kan enggak gitu," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved