Menteri PUPR Masih Ogah Tandatangani Kenaikan Harga Rumah Bersubsidi, Ini Alasannya

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono hingga saat ini belum menandatangani terkait peraturan kenaikan harga rumah bersubsidi sekitar Rp 10 juta.

Menteri PUPR Masih Ogah Tandatangani Kenaikan Harga Rumah Bersubsidi, Ini Alasannya
KOMPAS.com / DANI PRABOWO
Ilustrasi rumah subsidi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono hingga saat ini belum menandatangani terkait peraturan kenaikan harga rumah bersubsidi sekitar Rp 10 juta.

"Saya sudah baca tadi malam ada kenaikan sedikit, tapi saya belum tandatangani," ucap Basuki Hadimuljono di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Belum ditandatanganinya aturan tersebut, kata Basuki, lantaran dia menginginkan semua pihak menyetujuinya terlebih dahulu, terutama pengembang perumahan.

"Misalnya sudah belum (diskusi) dengan REI (organisasi pengembang Realesta Indonesia), sudah belum diskusi dengan para pengembang," ucap Basuki Hadimuljono.

Menurutnya, jika informasi kenaikan harga rumah subsidi dan disetujui semua pihak, maka aturan tersebut akan ditandatangani.

"Karena ini menyangkut orang banyak, saya mau tahu informasi ini sudah sampai ke pengembang atau belum," papar Basuki.

 (Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved