Proses Pengolahan Sampah Di TPPAS Lulut Nambo Bogor, Mampu Olah 1.800 Ton Sampah Setiap Hari

TPPAS ini rencananya akan menerima sampah dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Tangerang dan Depok.

Proses Pengolahan Sampah Di TPPAS Lulut Nambo Bogor, Mampu Olah 1.800 Ton Sampah Setiap Hari
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
TPPAS Nambo, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, KLAPANUNGGAL - Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor ditargetkan mulai beroperasi pada 2020 mendatang.

TPPAS ini rencananya akan menerima sampah dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Tangerang dan Depok.

Technical Manager TPPAS Lulut Nambo, Taufik Muhammad, mengatakan bahwa dengan luas sekitar 51 hektare, tempat pengolahan sampah ini mampu memproses hingga 1.800 ton sampah setiap harinya.

"Di sini kapasitasnya 1.700 sampai 1.800 ton per hari, semua diproses. Dia kontinyu, jadi gak ada penimbunan, jadi diolah setiap hari, datang sampah setiap hari," kata Taufik kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (18/6/2019).

Proses pengolahan sampah ini, kata Taufik, membutuhkan waktu 15 - 20 hari sampai panen.

Sampah-sampah ini diolah dengan teknologi biodrying atau biological drying.

Sampai yang diproses, dipilah dan dicacah yang nantinya bisa menghasilkan bahan bakar RDF (refuse derived fuel), kompos, serta pemilahan sampah bahan besi, alumunium, kaca dan yang lainnya.

"RDF (yang dihasilkan) kurang lebih 35 sampai 40 persen, sisanya kompos, ada bahan besi, kaca, nanti dipisahkan berdasarkan kategori," katanya.

Meski begitu, Taufik menjelaskan bahwa proses pengolahan ini masih sedikit menyisakan hasil yang sama sekali tak bisa dimanfaatkan.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved