Breaking News:

Tito Karnavian Ungkap Cerita Buronan yang Menangis di Depannya dan Minta Ditembak

Mulanya, Tito bercerita soal dirinya dan tim yang berhasil meringkus buron bom di Kedutaan Besar Australia tahun 2004 silam.

Kompas.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat upacara peringatan HUT Korpolairud ke-68, di Markas Korpolairud, Jakarta Utara, Senin (3/11/2018). (KOMPAS.com/Devina Halim) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengisahkan seorang buronan yang meminta untuk ditembak.

Hal ini dikatakan Tito Karnavian saat menjalani wawancara dengan Pemimpin Redaksi tv One Karni Ilyas di tahun 2017 dan kembali diunggah melalui channel YouTube Talkshow tvOne, Selasa (18/6/2019).

Mulanya, Tito bercerita soal dirinya dan tim yang berhasil meringkus buron bom di Kedutaan Besar Australia tahun 2004 silam.

"Saya pernah mengalami langsung pada waktu menangani kasus Bom Kedutaan Besar Australia itu yang menggunakan mobil boks terus meledak namanya Erik Gurun, kemudian kita telusuri siapa kelompoknya tertangkaplah dua orang di daerah Bogor," kata Tito Karnavian.

"Di sebuah kafe internet, internet kafe, Hasan, satu lagi Saiful."

"Nah kemudian kita tahu mereka berempat, 'mana lagi temanmu?'," tanya Tito saat melakukan penangkapan tersebut.

"'Teman saya masih ada dua pak', Iwan Rois yang sekarang (di) Nusa Kambangan dengan Sogir, dua-duanya sudah divonis hukuman mati tapi belum dieksekusi."

Tito lalu menceritakan penangkapan Iwan Rois dan Sogir yang bermula dari rumah kontrakan sempit di Bogor.

"Boleh tanya pada dua orang itu, nah dua orang ini kemudian ada di satu gang di daerah Bogor, Darmaga enggak jauh dari ITB sana di belakang sana kemudian kita datangi tempat itu, rumahnya dalam gang dan kemudian di situ banyak sekali kontrakan-kontrakan sempit."

Saat itu diketahui kedunya membawa senjata dan bom ransel siap ledak.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved