Kementerian PUPR Sebut 81 Juta Milenial Masih Belum Punya Rumah

Dia menyebutkan, generasi milenial merupakan mereka yang lahir antara periode 1980 hingga awal 2000-an.

Kementerian PUPR Sebut 81 Juta Milenial Masih Belum Punya Rumah
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian
ILUSTRASI - Perumahan Wanayasa Residence, Bogor Barat, Kota Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong agar generasi milenial memiliki hunian rumah. Pada 2019 ini, diperkirakan potensi pasar dari generasi milenial yang membutuhkan rumah atau hunian mencapai 81 juta orang. 

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyebutkan, salah satu tantangan generasi milenial belum mampu memiliki rumah adanya kenaikan harga yang terus menerus, sementara daya beli mereka terbatas. 

"81 juta milenial menunggu dirumahkan. Mungkin nanti jumlahnya akan meningkat lagi. Ini jadi PR yang serius dan tidak main-main ke depan," kata Khalawi dalam Indonesia Housing Forum di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, (19/6/2019).

Dia menyebutkan, generasi milenial merupakan mereka yang lahir antara periode 1980 hingga awal 2000-an.

Saat ini, jumlah penduduk generasi milenial diperkirakan sebanyak 30 persen dari jumlah penduduk warga negara Indonesia. Pada 2020, diperkirakan jumlahnya akan melonjak hingga sekitar 60 persen dari total populasi Indonesia.

Pertumbuhan populasi generasi milenial yang terus bergerak naik turut beriringan dengan meningkatnya kebutuhan akan perumahan yang layak huni, berkualitas, serta terjangkau di masa mendatang.

Menurut Khalawi, pemerintah akan berupaya menyediakan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia termasuk para generasi milenial ini, melalui program Satu Juta Rumah. 

"Pemerintah saat ini sedang mengupayakan penyediaan perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para generasi milenial melalui Program Satu Juta Rumah," katanya.

Selain itu, pemerintah tengah mengesung skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk penyediaan rumah bagi milenial.

"81 juta banyak, apakah negara punya uang? Ya, di sinilah peran dari stakeholder, peran swasta," ucap Khalawi.

"Kita mempunyai konsep ke depan konsep KPBU, misalnya tanah negara yang tidak dipakai dikerjasamakan dengan swasta," tambahnya.

Dia mengharapkan konsep perumahan untuk program Satu Juta Rumah tersebut ke depannya bisa menyesuaikan selera generasi milenial.

"Saya juga berharap generasi milenial dapat memberikan masukan atas inovasi kebijakan terutama terkait skema penyediaan perumahan yang berguna bagi penyediaan perumahan layak huni untuk MBR dan generasi milenial," pungkasnya.

(Tribunnews.com, Ria Anatasia)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved