Pilpres 2019

Ahli KPU Sebut Tak Perlu Pakai Robot Untuk Akses Data Situng: Mahasiswa Semester 1 Pakai Excel Bisa

Dalam penjelasannya, dia seolah menyinggung Hairul Anas Suadi, saksi yang dibawa tim hukum Prabowo-Sandiaga kemarin.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Suasana sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ahli Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Marsudi Wahyu Kisworo menjelaskan tentang keamanan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu 2019 dalam sidang sengketa pilpres.

Dalam penjelasannya, dia seolah menyinggung Hairul Anas Suadi, saksi yang dibawa tim hukum Prabowo-Sandiaga kemarin.

Dalam sidang sebelumnya, Hairul disebut sebagai pencipta robot pemantau situng.

"Saya dengan mudah mengakses, dengan menggunakan (Microsoft) Excel saja saya bisa. Jadi kalau ada adik saya kemarin cerita bikin robot, enggak perlu robot. Itu mahasiswa semester I pakai Excel bisa download datanya situng, mudah sekali," ujar Marsudi dalam sidang sengketa pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (20/6/2019).

Hal itu karena situng yang diakses publik saat ini adalah virtualisasi dari sistem yang ada di dalamnya.

Untuk sistem di dalam situs situng, keamanannya memang harus lebih ketat.

Sistem tersebut hanya bisa diakses di dalam KPU. Ada tiga server yang menjadi back up data dalam sistem tersebut.

Satu server berada di KPU dan dua server lainnya berada di lokasi yang tidak diketahui siapapun.

Dengan demikian jika server di KPU hancur, masih ada dua server cadangan yang berfungsi.

Adapun situs Situng adalah laman web tampak depan.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved