Penjelasan Disdik Kota Bogor Tanggapi Siwa yang Ngadu ke Jokowi Karena Tak Bisa Ikut Ujian Nasional

Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Sekretariat Negara menindaklanjuti adanya aduan seorang siswa yang tidak bisa mengikuti ujian nasional.

Penjelasan Disdik Kota Bogor Tanggapi Siwa yang Ngadu ke Jokowi Karena Tak Bisa Ikut Ujian Nasional
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Sekretariat Negara menindaklanjuti adanya aduan seorang siswa yang tidak bisa mengikuti ujian nasional.

Melalui bagian Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat Kementerian Setneg mengadakan audiensi dengan Pemerintah Kota Bogor, Kamis (20/6/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin menjelaskan bahwa siswa yang mengadu ke Jokowi tersebut merupakan siswa yang bersekolah di internasional dan tidak mengikuti ujian nasional sehingga tidak memiliki ijazah SMP.

"Iya jadi dia sekolahnya di SMP internasional di Bogor Tengah, terus sekolah di sekolah International Tangerang, pas masih kelas 10 dia pindah sekolah ke SMAN4 pakai rapot nilai rapot,"katanya.

Namun saat akan ujian nasional siswa pindahan tersebut tidak bisa menunjukan ijazah SMP sehingga tidak bisa mengikuti ujian nasional.

Fahrudin pun menyarankan agar siswa tersebut mengikuti paket B untuk mendapatkan ijazah SMP sehingga bisa mengikuti ujian nasional tingkat SMA.

Namun orangtua siswa tersebut tidak mau mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan Kota Bogor.

"Ya solusinya ikut ujian kalau enggak mau ya sudah tidak masalah, ujian nasional itu padahal memudahkan sekali," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved