Ridwan Kamil : Keberangakatan Jemaah Haji Belum Dimungkinkan dari Bandara Kertajati

selama ini daerah dengan populasi penduduk terbesar di Indonesia tidak memiliki bandara internasional yang memadai.

Ridwan Kamil : Keberangakatan Jemaah Haji Belum Dimungkinkan dari Bandara Kertajati
Ist
empat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka mulai beroperasi pada Sabtu (13/10). Unit TPI yang berada di bawah Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon ini mengerahkan 10 petugas di 5 counter pemeriksaan untuk memeriksa dokumen perjalanan para penumpang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka belum dapat menerbangkan jemaah haji tahun 2019.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, terdapat kendala administrasi yang belum dapat terpenuhi sehingga rencana memberangkatkan jamaah haji batal dilaksanakan melalui bandara baru tersebut.

"Ada hal-hal yang sifatnya administartif di luar kendali kita, keberangkatan haji memang belum dimungkinkan dari Kertajati, tapi insya allah tahun depan dengan persiapan yang lebih baik kita akan mulai," kata Ridwan Emil usai melantik PPIH di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Kamis (20/6/2019).

Jawa Barat saat ini kata Emil penduduknya hampir 50 juta jiwa, selama ini daerah dengan populasi penduduk terbesar di Indonesia tidak memiliki bandara internasional yang memadai. Baru tahun lalu BIJB Kertajati rampung dibangun.

"Kami memang berharap tahun ini tapi karena ada hal-hal administratif itu dari airlines jadi kami berdoa mudah-mudahan tahun depan bandara yang sudah dibangun ini bisa dimanfaatkan untuk embarkasi dan debarkasi khususnya warga Jawa Barat, jadi tidak lagi menggunakan bandara di provinsi lain," jelas Emil.

Pemerintah Jawa Barat juga berjanji akan membangun fasilitas asrama haji yang memadai sesuai dengan yang diharapkan dan memiliki kualitas pelayanan terbaik.

Sebelumnya, BIJB Kertajati akan memberangkatkan 6.007 jamaah haji asal Jawa Barat yang tergabung dalam 17 kloter pemberangkatan. Jamaah haji itu berasal dari sejumlah wilayah seperti Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.

Adapun jumlah jamaah haji asal Provinsi Jawa Barat tahun 2019 sebanyak 39.000 orang. Jumlah itu akan dibagi ke dalam 93 kloter yang akan mulai diberangkatkan bulan Juli mendatang melalui Asrama Haji Embarkasi Bekasi kemudian setelahnya terbang ke tanah suci dari Bandara Soekarno Hatta.(*)

 (TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved