Cerita Pengamen Tari Reog Ponorogo di Cibinong, Sering Kena Pecut Sendiri Hingga Dirazia

Meski pun seni yang dibawa mereka ini bukan seni dari Jawa Barat, para pengamen tari ini rupanya didominasi dari warga sekitar atau warga Bogor.

Cerita Pengamen Tari Reog Ponorogo di Cibinong, Sering Kena Pecut Sendiri Hingga Dirazia
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pengamen Reog Ponorogo di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Para pengamen tari Reog Ponorogo sudah tidak asing bagi para pengendara yang kerap melintasi kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Mereka mengamen dengan tarian dibalut busana tradisional, riasan wajah yang tebal serta cambuk khas besar yang dipecutkan sehingga menimbulkan suara yang cukup nyaring di telinga.

Meski pun seni yang dibawa mereka ini bukan seni dari Jawa Barat, para pengamen tari ini rupanya didominasi dari warga sekitar atau warga Bogor.

Salah satu pengamen tari Reog Ponorogo, Aldimas (17), mengaku bahwa pengamen seni tari ini cukup banyak di Cibinong dan mereka menyebar hampir di setiap lampu merah.

Mereka ini, kata dia, rata-rata berawal dari pengamen jalanan biasa.

"Saya tahu dari orang asli Ponorogo, dia nari juga di jalan," kata Aldimas saat ditemui TribunnewsBogor.com di Simpang PDAM Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (21/6/2019).

Remaja asal Bojonggede ini menceritakan bahwa awalnya ada seorang penari Reog Ponorogo asli dari Ponorogo yang kerap menari dari panggung ke panggung.

Dengan alasan cari pengalaman, penari ini kemudian memilih untuk menari sambil keliling kampung.

Kemudian, penari asal Ponorogo ini pun sampai ke jalan dan menari di lampu merah hingga sampai ke Bogor dan mengajarkan tari Reog Ponorogo pada anak jalanan.

Pengamen Reog Ponorogo
Pengamen Reog Ponorogo (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)
Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved