Breaking News:

Pilpres 2019

Keterangan Berubah-ubah, Hakim MK Tegur Saksi 01

Anas meralat perkataannya. Ia menyebut bahwa yang memberikan slide materi pelatihan adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) TKN, Hasto Kristiyanto.

Editor: Ardhi Sanjaya
Capture Siaran Langsung Kompas TV
Saksi TKN, Anas Nashikin memberikan keterangan dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Saksi yang dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Anas Nashikin, sempat ditegur oleh Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi ( MK) saat sidang sengketa hasil pilpres.

Anas ditegur lantaran Hakim menilai keterangannya berubah-ubah.

Saat itu, Anas yang menjabat sebagai Koordinator bidang pelatihan di Direktorat Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menjelaskan soal pelatihan saksi yang pernah digelar pihaknya.

Ia menyebutkan sejumlah tokoh TKN yang ikut memberikan slide materi pelatihan.

Di awal keterangannya, saksi mengatakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko ikut memberikan slide materi.

Tetapi, selanjutnya, Anas menyebut Moeldoko tak terlibat.

"Ini saudara saksi nih beda-beda, tadi katanya Pak Moeldoko itu tidak berikan slide. Nah sekarang mana yang benar ini?" tanya Hakim Saldi Isra di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

"Maksud saya bukan Pak Moeldoko, mohon maaf salah. Pak Moeldoko tidak memberikan slide," jawab Anas.

Anas meralat perkataannya. Ia menyebut bahwa yang memberikan slide materi pelatihan adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) TKN, Hasto Kristiyanto.

Atas keterangan tersebut, Hakim mengingatkan Anas untuk memberikan kesaksian secara benar.

Sebab, jika tidak, Anas bisa disebut memberikan keterangan palsu.

"Ini saya ingatkan lagi ya, saudara ini di bawah sumpah. Kalau memberikan keterangan yang tidak benar itu bisa dikategorikan memberikan keterangan palsu," ujar Saldi. Kepada Saldi, Anas lantas mengakui kesalahannya.

"Siap Yang Mulia, siap salah Yang Mulia. Jadi salah sebut tadi," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hakim MK Tegur Saksi 01 yang Keterangannya Berubah-ubah"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved