UPDATE Kasus Proyek Fiktif KPUD Kota Bogor, Ketua Pokja ULP Jadi Tersangka

Kejari Kota Bogor menetapkan Ketua Pojkja ULP KPUD Kota Bogor Mar Hendro Bin Tugiyo (40) sebagai tersangka

UPDATE Kasus Proyek Fiktif KPUD Kota Bogor, Ketua Pokja ULP Jadi Tersangka
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor Rade S. Nainggolan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kejaksaan Negeri Kota Bogor membeberkan adanya tersangka lain dalam kasus dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa pada KPUD Kota Bogor saat proses Pemilihan Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor priode 2019 - 2024.

Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor Rade S. Nainggolan mengatakan bahwa tersangka lain yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan Ketua Pokja ULP KPUD Kota Bogor.

Kejari Kota Bogor menetapkan Ketua Pokja ULP KPUD Kota Bogor Mar Hendro Bin Tugiyo (40) sebagai tersangka karena diduga terlibat bekerjasama dengan bendahara sebagai pembuat dan pengajuan proyek fiktif.

"Ada penambahan tersangka untuk perkara KPUD Kota Bogor, tersangka ini statusnya sebagai seorang PNS pada Satpol PP dan di KPU sebagai Pokja ULP, perannya ketua Pokja ULP pada KPU untuk pengadaan barang dan jasa," katanya Jumat (21/6/2019) malam.

Rade menjelaskan bahwa penetapan Mar Hendro sebagai tersangka pada Selasa lalu.

Namun saat pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan Hendro absen karena mengaku sedang sakit.

"Untuk sibendahara sudah kita lakukan penahanan di rutan Paledang, kalau yang satu lagi belum karena kemaren dia sakit, makanya baru hari ini kita beritaukan dia sebagai tersangka, karena kita punya kemanusian dia lagi sakit makanya tidak kita beritaukan, baru kita beritaukan saat ini dia jadi tersangka," katanya.

Sebelumnya pada Selasa (18/6/2019) Kejari Kota Bogor telah menetapkan Harry Astama mantan bendahara KPU saat Pilwalkot 2018 lalu sebagai tersangka.

Harry yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) langsung dititipkan ke Lapas Paledang untuk dilakukan penahanan selama 20 hari.

Namun rupanya bersamaan dengan penetapan Harry sebagai tersangka ada tersangka lain yang juga ditetapkan oleh Kejari Kota Bogor sebagai tersangka.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved