Kabar Artis

Keliling Italia Bareng Irwan Mussry Pakai Sepeda, Maia Estianty Langsung Alami Gatal Karena Hal Ini

Dilansir dari laman Instagram-nya, Maia Estianty terlihat membagikan sebuah unggahan yang berisi video liburannya dengan Irwan Mussry.

Keliling Italia Bareng Irwan Mussry Pakai Sepeda, Maia Estianty Langsung Alami Gatal Karena Hal Ini
Instagram @maiaestiantyreal
Maia Estianty keliling Milan, Italia naik sepeda bareng Irwan Mussry 

Diakui Maia Estianty, sepulang dari bersepeda dengan Irwan Mussry, dirinya harus mengalami gatal-gatal.

Bahkan dijelaskan Maia Estianty, dirinya langsung menggaruk-garuk tubuhnya sendiri.

Pulang Kondangan dari Surabaya, Maia Estianty dan Al El Dul Dijemput Irwan Mussry Pakai Jet Pribadi

Bukan tanpa alasan, rasa gatal yang dialami Maia Estianty itu rupanya adalah akibat dari sinar matahari yang mengenai tubuhnya ketika bersepeda.

Ya, diakui Maia Estianty, dirinya memang punya alergi terhadap panas.

Hal tersebut diungkap Maia Estianty dalam caption unggahan terbarunya.

"Plus abis ini pasti abis kena matahari, bakal garuk2 gatel alergi panas," tulis Maia Estianty.

Alergi panas matahari sebenarnya bukan penyakit baru dalam bidang medis.

Dilansir dari laman hellosehat.com, alergi matahari adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fotosensitivitas, kondisi ruam kemerahan pada kulit sebagai reaksi berlebihan setelah terpapar cahaya matahari.

Reaksi alergi biasanya terjadi di bagian V leher (tulang selangka sampai tulang dada), punggung tangan, sisi luar lengan, dan kaki bagian bawah.

Alergi matahari dipicu oleh perubahan yang terjadi pada kulit yang terpapar sinar matahari.

Tidak jelas mengapa tubuh mengembangkan reaksi ini.

Namun, alergi pada umumnya terjadi sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh yang salah menganggap sel komponen kulit sehat yang terpapar matahari sebagai benda asing.

Beri Izin Baim Wong Bertemu Marshanda, Raut Muka Paula Verhoeven saat Tertawa Tuai Perbincangan

Ini menyebabkan tubuh balik menyerangnya dan kemudian jadi menghasilkan reaksi alergi berupa ruam merah dan lecet.

Selain ruam kemerahan, orang yang alergi sinar matahari juga akan mengalami gatal-gatal.

Guna mencegah seseorang terkena alergi sinar matahari, ada beberapa cara yang bisa dilakukan :

- Hindari paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan, terutama saat matahari berada pada puncaknya di siang hari.

- Berhenti menggunakan obat yang membuat Anda sensitif terhadap cahaya. Konsultasikan dengan dokter apakah obat yang Anda konsumsi membuat kulit lebih peka terhadap sinar matahari.

- Mengoleskan pelembap kulit.

- Menggunakan tabir surya minimal SPF 30 yang mengandung perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.

- Kenakan celana panjang dan baju lengan panjang lengkap dengan topi jika keluar rumah.

- Menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan sinar UV.

Apa saja faktor risiko alergi sinar matahari?

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami reaksi alergi terhadap sinar matahari, yaitu:

- Ras. Siapapun bisa terkena alergi matahari, tetapi biasanya paling sering terjadi pada orang ras kaukasia, yakni orang-orang kulit putih di Amerika, Eropa, Pakistan, dan lainnya.

- Terpapar zat tertentu. Beberapa gejala alergi ini dipicu saat kulit Anda terkena zat tertentu dan kemudian terpapar sinar matahari.

- Umumnya meliputi parfum, desinfektan, dan beberapa bahan kimia yang terkandung dalam tabir surya.

- Konsumsi obat tertentu. Beberapa obat dapat membuat kulit terbakar lebih cepat, termasuk antibiotik tetrasiklin, obat berbahan sulfa, dan penghilang rasa sakit seperti ketoprofen.

- Memiliki penyakit kulit lain yang dapat meningkatkan risiko alergi, misalnya dermatitis.

- Faktor keturunan. Memiliki keluarga yang alergi terhadap sinar matahari dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena alergi ini.

Penulis: khairunnisa
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved