Tanggapi Fatwa Haram PUBG di Aceh, Komunitas E-Sport Bogor : Presiden Jokowi Saja Mendukung

Selain bisa dijadikan sumber penghasilan, game ini juga melatih kekompakan kerja sama tim dan sebagai ajang silaturahmi.

TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Komunitas e-sport asal Bogor, Jarhead 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komunitas e-sport asal Bogor, Jarhead menyayangkan adanya fatwa haram game PUBG dan sejenisnya yang telah dikeluarkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Apalagi, game berbasis online tersebut disebut-sebut menjadi inspirasi pelaku teror penembakan brutal di Selandia Baru dalam melancarkan aksinya.

"Banyak yang menjadikan PUBG untuk menghasilkan rupiah. Bukan hanya sekedar hobi hingga lupa waktu," tutur Leader Komunitas Jarhead, Arif Pratama kepada Tribunnewsbogor.com di Labirin Coffee, Senin (24/6/2019).

Menurutnya, segala sesuatu yang dilakukan memiliki dampak negatif atau memberi efek positif.

Hanya saja tergantung siapa peran yang memegang aktivitas tersebut

Pun begitu dengan PUBG atau game e-sport lainnya yang bisa berdampak positif dan bermanfaat apabila digunakan sebaik mungkin.

"Bagi kami dikatakan haram itu kalau efeknya memberikan dampak buruk, misalnya sampai lupa solat pas main game," tandas Arif.

Padahal, selama ia dan rekan komunitasnya mengikuti beberapa kali turnamen, pihak penyelenggara justru memiliki managemen waktu yang baik, termasuk memberikan kesempatan untuk ishoma (istirahat, solat, makan).

Menurut Arif, banyak sisi positif yang bisa diambil dari permainan PUBG.

Halaman
12
Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved