Viral Fenomena Embun Es di Dieng, Begini Penjelasan BMKG

Sehingga, berpotensi mengurangi peluang pembentukan awan dan hujan di wilayah Indonesia khususnya bagian selatan.

Viral Fenomena Embun Es di Dieng, Begini Penjelasan BMKG
(KOMPAS.com/Dok Pokdarwis Dieng Kulon)
Embun beku yang kerap dikenal masyaraka dengan istilah Bun Upas menyapu wilayah Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fenomena embun es di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, merupakan anomali cuaca ekstrem yang disebabkan oleh banyak faktor dan biasa terjadi di daerah dataran tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhi melalui keterangan tertulis, Selasa (25/6/2019).

"Berdasarkan hasil analisa BMKG, aliran massa udara di wilayah Indonesia saat ini didominasi angin timuran, yaitu massa udara dingin dan kering yang berasal dari benua Australia," kata Setyoajie.

Embun es muncul di kompleks Candi Arjuna Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019).
Embun es muncul di kompleks Candi Arjuna Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019). (DOK STASIUN GEOFISIKA BMKG BANJARNEGARA)

Gelombang Tinggi bagi Nelayan Setyoajie menuturkan, Monsun Asia pada dasarian III Juni diperkirakan tidak aktif, sementara Monsun Australia diperkirakan lebih kuat dibanding normalnya.

Sehingga, berpotensi mengurangi peluang pembentukan awan dan hujan di wilayah Indonesia khususnya bagian selatan.

Putra Maia Estianty Belajar Ngaji, Pakaian & Sikap Al Ghazali saat Lantunkan Ayat Suci Jadi Sorotan

Berdasarkan analisis tanggal 19 Juni 2019, lanjut Setyoajie, menunjukkan Madden Julian Oscalliation (MJO) aktif di fase 5 (Maritime Continent) kemudian diprediksi tidak aktif hingga pertengahan dasarian I Juli 2019.

Kondisi ini diperkirakan tidak berkontribusi terhadap penambahan atau pengurangan awan konvektif di wilayah Indonesia.

"Dampaknya adalah pada dataran tinggi menjadi dingin secara cepat akibat kehilangan radiasi. Oleh sebab itu, di puncak gunung bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan di lembah," ujar Setyoajie.

Menurut Setyoajie, udara yang lebih dingin memiliki densitas (kerapatan udara) yang lebih besar kemudian akan mengalirkan udara ke lembah (catabatic flows).

"Udara dingin yang mengalir ke lembah secara signifikan mempercepat laju kondensasi uap air atau embun yang ada di permukaan, hal inilah yang dikenal sebagai embun es (frost), seperti yang terjadi di Dieng," ujar Setyoajie.

Sinyal Demokrat Pindah Koalisi, Ferdinand : Kalau Pak Jokowi Meminta Kita Siap Mendukung

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Embun Es di Dieng, Ini Penjelasan BMKG",
Penulis : Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain
Editor : Robertus Belarminus

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved