Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK, Rachmat Yasin Akhirnya Angkat Bicara

RY mengaku bahwa dia hanya baru mendapat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK.

Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK, Rachmat Yasin Akhirnya Angkat Bicara
TRIBUNNEWS/HENRY LOPULALAN
Rachmat Yasin (TRIBUNNEWS/HENRY LOPULALAN) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA -- Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Bupati Bogor periode 2008 - 2014 Rachmat Yasin (RY) akhirnya angkat bicara.

Kepada wartawan, pada Rabu (26/6/2019) malam, RY bersedia ditemui di kediamannya di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Saat ditanya wartawan, Rachmat Yasin belum bisa berbicara banyak terkait dugaan kasus yang menjeratnya ini.

Rachmat Yasin mengaku bahwa dia hanya baru mendapat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK.

"Karena sifatnya baru pemberitahuan, saya belum bisa bicara apa-apa," kata Rachmat Yasin kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwan dugaan kasus yang menjeratnya adalah dugaan pelanggaran UU Tipikor Pasal 12 F dan 12 D besar.

Namun, RY mengaku tetap belum bisa memberi penjelasan detil terkait hal itu, terlebih lagi dia belum menerima surat panggilang dari KPK.

"Konon kabarnya saya juga denger dari berita, baca berita, bahwa sekarang sedang pemeriksaan saksi-saksi, materinya seperti apa dan lain sebagainya, saya belum bisa ngomong, karena memang saya belum mendapatkan panggilan," ujar Rachmat Yasin.

Rachmat Yasin Jadi Tersangka (Lagi), RY Center Bogor Tetap Beroperasi Normal

RY juga mengaku masih menimbang-nimbang dalam penunjukan panasihat hukum yang akan mendampinginya dalam menghadapi kasus yang menjeratnya itu.

Rachmat Yasin Kembali Jadi Tersangka KPK, Sejumlah Politisi PPP Kabupaten Bogor Mendadak Bungkam

Diberitakan sebelumnya, Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sekitar Rp 8,93 miliar serta diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta.

Dia kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK setelah diperbolehkan pulang dari Lapas Sukamiskin atas cuti menjelang bebas pada 8 Mei 2019 lalu atas kurungan dari kasus korupsi yang menjeratnya sebelumnya.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved