Kembali Jadi Tersangka Setelah Baru 1,5 Bulan Bebas, Rachmat Yasin: Allah Punya Rencana Untuk Saya

RY mengaku bahwa langkah yang akan dia ambil dalam waktu dekat adalah memilih penasihat hukum untuk mendampinginya dalam menghadapi kasus ini.

Kembali Jadi Tersangka Setelah Baru 1,5 Bulan Bebas, Rachmat Yasin: Allah Punya Rencana Untuk Saya
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin mendengarkan vonis yang disampaikan majelis hakim dalam sidang lanjutan kasus suap tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri (BJA) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (27/11/2014). Dalam sidang tersebut, Rachmat Yasin dinyatakan bersalah dan divonis 5 tahun 6 bulan penjara. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah 1,5 bulan bebas dalam cuti menjelang bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung.

Menanggapi hal ini, Rachmat Yasin mengaku kini dirinya tengah menghadapinya dengan tabah.

"Ya kita hadapi dengan sabar, tabah, tawakal. Ya, mungkin Allah punya rencana untuk saya, tapi belum tahu ending-nya seperti apa," kata RY saat ditemui wartawan di kediamannya di Dramaga, Bogor, Rabu (26/6/2019) malam.

Dukungan terhadapnya pun dalam menghadapi kasus yang menjeratnya ini, kata RY, juga terus mengalir.

"Ya kalau support (dukungan) pastilah yang namanya masyarakat saya pasti seperti itu, anda tahu sendiri kan," katanya.

RY mengaku bahwa langkah yang akan dia ambil dalam waktu dekat adalah memilih penasihat hukum untuk mendampinginya dalam menghadapi kasus ini.

"Ya seperti biasa lah ada penasihat hukum. Tapi belum, saya belum, ya sedang menimbang-nimbang dulu siapa gitu kan. Saya nunjuk lawyer nanti, siapa penasihat hukum saya, nanti saya akan banyak koordinasi dengan mereka-mereka untuk menghadapi apa yang ditindak lanjuti di sana, di Kuningan ( KPK)," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sekitar Rp 8,93 miliar serta diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta.

Namun, RY mengaku belum bisa berkomentar terkait hal itu dengan alasan baru mendapat surat pemberitahuan dan belum mendapat surat pemanggilan.

"Karena sifatnya baru pemberitahuan, saya belum bisa bicara apa-apa. Konon kabarnya saya juga denger dari berita, baca berita, bahwa sekarang sedang pemeriksaan saksi-saksi, materinya seperti apa dan lain sebagainya saya belum bisa ngomong karena memang saya belum mendapatkan panggilan," ungkap RY.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved