Pilpres 2019

Putusan MK, Dalil 02 soal Penggelembungan Suara Hanya Asumsi Belaka

tim hukum Prabowo-Sandiaga menyebut ada indikasi penggelembungan suara ketika penghitungan suara Pilpres, 17 April 2019 lalu.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mahkamah Konstitusi menolak dalil Prabowo-Sandiaga soal adanya penggelembungan suara saat Pilpres 2019.

Menurut Mahkamah, dalil tersebut hanya asumsi tanpa bukti.

Hal itu salah satu pertimbangan majelis hakim konstitusi yang dibacakan dalam sidang putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019)

Dalam permohonannya, tim hukum Prabowo-Sandiaga menyebut ada indikasi penggelembungan suara ketika penghitungan suara Pilpres, 17 April 2019 lalu.

Tuduhan itu berdasarkan jumlah suara tidak sah yang dinilai sangat besar.

Tim 02 membandingkan suara tidak sah Pilpres tersebut dengan suara tidak sah Pemilu DPD.

Suara tidak sah Pilpres tersebut, menurut tim 02, jumlahnya antara 4,8 persen sampai 36,1 persen.

Versi tim 02, terjadi kecurangan pemilu yang mengakibatkan penggelembungan suara atau pencurian suara antara 16,7 juta sampai 30,4 juta suara.

Mahkamah berpendapat, dalil tersebut hanya berdasarkan analisis terhadap jumlah suara tidak sah tanpa ada bukti.

"Menurut mahkamah analisis yang dilakukan pemohon tidak didukung bukti yang cukup dan hanya asumsi belaka. Menurut mahkamah, dalil pemohon a quo tidak beralasan hukum," ucap hakim Manahan MP Sitompul.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menurut MK, Dalil 02 soal Penggelembungan Suara Hanya Asumsi Belaka"

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved