BMKG Prediksi Kualitas Udara Jakarta Bisa Tambah Buruk Memasuki Musim Kemarau Ini

Kualitas udara di Jakarta, lanjutnya, akan semakin baik apabila hujan turun. Air hujan akan ‘mencuci’ polusi-polusi yang terakumulasi di atmosfer.

BMKG Prediksi Kualitas Udara Jakarta Bisa Tambah Buruk Memasuki Musim Kemarau Ini
Kompas.com/@greenpeaceid
Jakarta menempati urutan pertama untuk kota paling polusi udara di Asia Tenggara.(Bidik layaar Instagram @greenpeaceid) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Puncak musim kemarau diperkirakan akan jatuh pada Agustus 2019. BMKG memprediksi, minimnya curah hujan selama musim kemarau berpotensi untuk membuat kualitas udara di Jakarta semakin buruk.

Kepala Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan mengatakan, pengaruh musim menjadi salah satu faktor yang paling berperan dalam mempengaruhi kualitas udara suatu wilayah.

Selain musim, faktor-faktor lain seperti polusi udara dan pembangunan juga bisa mempengaruhi kualitas udara.

“Besar pengaruhnya, jadi kondisi udara yang kering itu tadi disebutkan ya (dipengaruhi pembangunan ya, terus ada angin karena musim kemarau. Jadi sumbernya kemarau, sebagian dari kendaraan juga sumber polusi udara,” kata Dodo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (28/6/2019).

Dodo menjelaskan, musim kemarau yang minim curah hujan selain membuat suhu udara menjadi panas juga membuat polusi terperangkap dan terkumpul di atmosfer.

“Jadi saat-saat seperti kemarin terpantau tinggi itu di dalam konteks hidrometeorologi itu ada inversi namanya, inversi itu semacam udara terperangkap, tidak bisa terus naik ketinggian karena kondisi di bawahnya lebih panas dibandingkan dengan yang di atasnya, namanya inversi,” kata Dodo.

“Harusnya kan makin tinggi makin menurun, nah untuk satu waktu tertentu terjadi seperti itu, makannya itu yang terpantau,” imbuhnya.

Potensi Karhutla Menurut Dodo, pada puncak musim kemarau nanti, suhu udara akan semakin tinggi pula.

Hal ini memungkinkan untuk membuat kualitas udara semakin buruk.

“Makin puncak musim kemarau makin tinggi, dia juga sewaktu waktu akan seperti itu, sehingga nanti dalam kondisi kemarau tuh selaku bertambah juga,“ ujarnya.

Kualitas udara di Jakarta, lanjutnya, akan semakin baik apabila hujan turun. Air hujan akan ‘mencuci’ polusi-polusi yang terakumulasi di atmosfer.

“Nah itu kalau nanti misalnya sudah musim hujan itu akan tercuci polutan-polutan itu,” pungkasnya.

Penulis : Christoforus Ristianto

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Memasuki Kemarau, BMKG Prediksi Kualitas Udara Jakarta Bisa Tambah Buruk")

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved