Dedie A Rachim Sidak PKL, Minta Tempat 'Nongkrong' Ojek Online di Jalan Semeru Bogor Ditertibkan

Dedie A Rachim bersama petugas Satpol PP Kota Bogor meninjau lokasi PKL dari lapangan golf sampai ke RSUD Kota Bogor.

Dedie A Rachim Sidak PKL, Minta Tempat 'Nongkrong' Ojek Online di Jalan Semeru Bogor Ditertibkan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Dedie A Rachim sidang pkl di Jalan Semeru, Bogor Barat, Kota Bogor pada Jumat (28/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Sumeru, Bogor Barat, Kota Bogor pada Jumat (28/6/2019).

Dedie A Rachim bersama petugas Satpol PP Kota Bogor meninjau lokasi PKL dari lapangan golf sampai ke RSUD Kota Bogor.

Dedie A Rachim juga terlihat mengimbau pemilik warung klontong yang ramai oleh driver ojek online.

Warung tersebut diminta untuk tidak lagi beroperasi di atas trotoar

Dedie mengatakan bahwa nantinya trotoar di Jalan Semeru akan dikembalikan fungsinya sebagai sarana pejalan kaki.

Sementara itu untuk para PKL nantinya akan ditampung di area sekitar Rumah Sakit Marzuki Mahdi, RS Mata Ainun dan lokasi lainnya.

"Setelah turun langsung ke lapangan, banyak ditemukan permasalahan-permasalahan dan ternyata sudah bertahun tahun permasalahan di Jalan Semeru ini tidak dievaluasi maupun ditertibkan," ucap mantan Direktur Penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Dedie pun menegaskan kepada para PKL dalam jangka waktu satu minggu, mereka harus segera mentertibkan sendiri.

"Jika dalam jangka waktu satu minggu para PKL masih tetap membandel dan berjualan di sepanjang Jalan Semeru, nanti akan ada penindakan lebih tegas. Tentunya, kita akan menyerahkan kepada Satpol PP Kota Bogor untuk ditertibkan karena kita juga memiliki aturan atau perda untuk ditegakkan," katanya.

Dedie menuturkan, dirinya tidak akan sungkan untuk mentertibkan para PKL meskipun sudah bertahun tahun membumi di Jalan Semeru.

"Tetap harus ditertibkan, karena mereka pun tidak membayar retribusi, hanya membuat kekumuhan sehingga masyarakat atau pengguna jalan trotoar terdzolimi atau tidak merasa nyaman," tegasnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved