Pilpres 2019

Nasib Partai Koalisi Prabowo-Sandiaga Pasca Putusan MK: PKS Beri Sinyal Solid, Demokrat Ubah Haluan?

Usai putusan MK Kamis (27/6/2019) kemarin, beberapa partai koalisi Prabowo-Sandiaga dikabarkan terpecah, ada yang gabung ke Jokowi dan ada yang tetap.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
Dok. Priyo Budi Santoso
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan lima sekjen partai politik koalisi Indonesia Adil dan Makmur di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019) malam. 

Namun, setelah SBY pensiun dan digantikan Jokowi, partai berlambang mercy itu memilih berada di luar pemerintahan.

"Dimanapun, Demokrat selalu bisa menjalankan peranannya," kata dia.

Tinggalkan Rumah Prabowo, Zulkifli Hasan Akan Dukung Presiden Terpilih

Sekjen PDIP Yakin Jokowi dan Prabowo Bakal Bertemu dalam Waktu Dekat

4. Partai Berkarya

Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Utomo, mensinyalkan bahwa partai yang didirikan oleh Tommy Soeharto itu tetap berada dalam lingkaran koalisi Adil Makmur, apa pun keputusan Mahkamah Konstitusi.

"Saya menganut mazhab bahwa membangun oposisi yang konstruktif dan kuat ke depan adalah pekerjaan halal dan barokah," kata Priyo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

Priyo memaklumi bahwa tak semua pihak di mana pun tak memiliki pertimbangan seperti dirinya.

"Godaan pragmatisme politik kan ada di depan kita. Semua ini tergantung bagaimana kita untuk hal ini," lanjutnya

Priyo pun menyerahkan kepada rekan-rekan di koalisi Prabowo-Sandi, apakah akan terus berada dalam lingkaran koalisi atau juatru sebaliknya.

"Kepada masing-masing partai hal tersebut juga tidak salah. Tapi siapa tahu kalau hakim MK memutuskan lain. Intinya semua bergantung pada suasana putusan di MK ya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved