Hadapi PSS Sleman, Persija Jakarta Pilih Gunakan Stadion Patriot Chandrabhaga

Persija Jakarta akan ditantang PSS Sleman di pertandingan lanjutan Liga 1 2019 pekan keenam.

Hadapi PSS Sleman, Persija Jakarta Pilih Gunakan Stadion Patriot Chandrabhaga
FERI SETIAWAN/BOLASPORT.COM
Pemain Persija Jakarta, Rico Simanjutak bersama Pemain Kalteng Putra, Patrich Wanggai bersitegang dalam laga 8 besar Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat (28/3/2019) Kalteng Putra menang dengan skor 4-5 melalui adu pinalti 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Persija Jakarta akan ditantang PSS Sleman di pertandingan lanjutan Liga 1 2019 pekan keenam.

Pertandingan sarat gengsi skuat Macan Kemayoran menghadapi PSS Sleman akan berlangsung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/7/2019) pukul 15.30 WIB.

Di laga tersebut, Ismed Sofyan dan kawan-kawan tidak akan bermain di markas utamanya yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Manajemen tim Persija Jakarta memilih memindahkan kandang dan lokasi pertandingan menghadapi PSS Sleman ke Stadion Patriot.

Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus mengatakan pihak manajemen tim mempunyai alasan tersendiri memindahkan lokasi pertandingan kandang tersebut.

Menurut Ferry, pertandingan menghadapi PSS Sleman digelar pada hari kerja dan tidak akan banyak menarik minat para suporter untuk datang langsung ke SUGBK.

"Jadi laga melawan PSS Sleman sudah pasti bermain di Stadion Patriot. Alasan kami tidak memakai SUGBK karena terlalu riskan, sebab pertandingannya itu digelar hari Rabu sore, jadi sayang," ujar CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus kepada awak media, Senin (1/7/2019).

"Lagi pula banyak dari teman-teman The Jakmania yang juga masih bekerja," ujar Ferry Paulus menambahkan.

Lebih lanjut, pihak panitia pelakasana (panpel) pertandingan Persija Jakarta berencana akan menyiapkan kouta tiket untuk suporter tim tamu yang ingin menyaksikan langsung ke Stadion Patriot.

"Kami juga turut menyediakan tiket untuk tim tamu (PSS Sleman) sesuai dengan regulasi saja, yaitu 5 persen," tutur pria asal Manado, Sulawesi Utara tersebut.

(TribunJakarta.com, Wahyu Septiana)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved