Breaking News:

Pilpres 2019

Mahfud MD : Dapat Dipastikan Gerindra, PAN dan Demokrat Bergabung, Tinggal PKS yang Tidak

Mahfud MD menyebut ada tiga partai yang hampir dapat dipastikan akan bergabung pada koalisi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo

Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Mahfud MD usai gelar halal bihalal Gerakan Suluh Kebangsaan dengan awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjawab pertanyaan soal kemungkinan rekonsiliasi setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi dibubarkan.

Selain itu, Mahfud MD menyebut ada tiga partai yang hampir dapat dipastikan akan bergabung pada koalisi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD dalam wawancara unggahan kanal YouTube metrotvnews, Minggu (30/6/2019).

 

Mahfud MD mulanya menyebut dalam dunia politik Indonesia, rekonsiliasi bukanlah hal baru lantaran tak terhindarkan untuk terjadi.

 

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjawab pertanyaan soal kemungkinan rekonsiliasi setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi dibubarkan.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjawab pertanyaan soal kemungkinan rekonsiliasi setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi dibubarkan. (YouTube metrotvnews)

 

 

"Dulu, saya sudah mengatakan di dalam politik Indonesia itu, rekonsiliasi itu selalu terjadi karena tidak bisa menghindar," ujar Mahfud MD.

Diketahui Koalisi Adil dan Makmur serta BPN pada Jumat (28/6/2019) lalu, dan Prabowo membebaskan partai yang menjadi anggota koalisinya untuk mengambil tindakan masing-masing.

Menanggapi hal itu, Mahfud MD menyebut kemungkinan besar ada tiga partai yang bergabung di koalisi petahana.

Ketiga partai itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, dan Demokrat, sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertahan menjadi oposisi.

"Dan kemarin sudah terjadi kan, pertama BPN sudah dinyatakan bubar, kemudian koalisi paslon 02 bubar, partainya disilakan sendiri-sendiri."

"Dan hampir dapat dipastikan tiga partai, Gerindra, PAN, dan Demokrat itu akan bergabung, tinggal PKS yang tidak," terang Mahfud MD.

Berikut video lengkapnya:

PKS Tak Ingin Koalisi dengan Pemerintah

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengungkapkan partainya tak ingin koalisi dengan pemerintahan periode tahun 2019-2024.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas TV, Mardani mengungkapkan akan menjadi partai oposisi yang kritis terhadap pemerintahan nanti, Minggu (30/6/2019).

"Ya PKS keputusannya akan ditentukan dalam musyawarah Majelis Syuro," ujar Mardani.

"Kalau saya pribadi tetap melaungkan mari sebagai bagian yang menyatu dengan etika."

"Sebelumnya kita menjadi kompetitornya Pak Jokowi, sekarang sudah tidak ada kompetisi."

 

"Pak Jokowi menang, kita menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif begitu," sambungnya.

Terkait sikap partainya, Mardani kemudian mengungkapkan alasan mengapa PKS memilih untuk tetap menjadi oposisi.

Dijelaskannya, partai oposisi masih diperlukan untuk mengontrol pemerintahan.

"PKS tentu ingin mencoba agar koalisi yang bertransformasi ini tetap dapat efektif untuk mengontrol pemerintahan," tegas Mardani.

Simak videonya di sini:

 

Prabowo-Sandi Bubarkan Koalisi

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto secara resmi membubarkan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mendukungnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Keputusan tersebut diambil melalui rapat internal bersama lima sekjen parpol dan sejumlah petinggi partai lainnya di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

"Sebagai sebuah koalisi yang mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden di dalam Pemilihan Umum Presiden 17 April yang lalu, tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat memberikan keterangan pers di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

"Oleh karena itu sejak hari ini beliau (Prabowo) menyampaikan ucapan terima kasih dan Koalisi Adil Makmur selesai," ucapnya pada Kompas.com.

 

Muzani menuturkan, dalam rapat tersebut Prabowo mengembalikan mandat dukungan sebagai pasangan capres-cawapres ke masing-masing partai politik.

Sebab, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara sengketa hasil Pilpres 2019.

Dalam putusannya, MK menolak seluruh dalil permohonan yang diajukan oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga.

"Oleh karena itu mandat yang diberikan partai kepada beliau sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden hari ini dikembalikan kepada partai masing-masing," kata Muzani.

Setelah dibubarkan, lanjut Muzani, Prabowo menyerahkan keputusan dan pertimbangan terkait langkah-langkah politik ke partai masing-masing.

Ia menegaskan bahwa Prabowo tak akan mengintervensi apapun yang menjadi keputusan partai ke depannya.

 

"Beliau menghormati semua dan mempersilakan kepada partai politik untuk mengambil keputusan dan langkah politiknya masing-masing," ucap Muzani.

Rapat antara Prabowo dan lima sekjen parpol berlangsung sejak 14.30 WIB hingga menjelang magrib.

Selain Muzani, hadir dalam rapat tersebut Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Hadir pula sejumlah petinggi partai politik lainnya seperti Fadli Zon, Fuad Bawazier, Titiek Soeharto dan Maher Algadri.

(TribunWow.com/Ifa Nabila/Atri Wahyu Mukti)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Mahfud MD: Gerindra, PAN, Demokrat akan Bergabung, Tinggal PKS

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved