Breaking News:

Musim Kemarau Debit Air Sungai Ciliwung Menyusut, Seperti Ini Penampakannya

Musim kemarau menyebabkan debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor menyusut.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Debit air sungai Ciliwung menyusut di Bendung Katulampa, Kota Bogor saat musim kemarau, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Musim kemarau menyebabkan debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor menyusut.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (2/7/2019) debit air yang mengalir ke Jakarta tampak berkurang.

Ini terlihat dari batu dan beton pemecah arus yang terlihat ke permukaan. 

Kepala Jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan bahwa kondisi surutnya air sungai Ciliuwung sudah terjadi sejak pertengahan bulan Juni.

Jika dalam kondisi normal kondisi aluran air di Sungai Ciliwung mencapai 4.000 hingga 5.000 liter per detiknya saat ini hanya 2.500 liter perdetik.

debit air sungai Ciliwung menyusut saat musim kemarau.
debit air sungai Ciliwung menyusut saat musim kemarau. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Debit Katulampa dari arah normal ke arah susut  harapannya kita di hulu segera terjadi ujan," katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Andi Sudirman mengatakan bahwa jika kondisi musim kemarau terus terjadi hingga bulan Oktober kondisi air di Bendung Katulampa bisa kering.

Kondisi tersebut pun sangat menghawatirkan untuk suplai air dan penyelamatan ekosistem yang ada sepanjang aliran sungai Ciliwung

"Sementara sudah mengkhawatirkan tapi lebih riskan tahun tahun ke belakang, tapi jika tidak turun hujan juga lebih mengkhawatirkan lagi," katanya.*

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved