Breaking News:

Bandingkan Jokowi dengan Nabi di Facebook, Pegawai Hotel di Bangka Diciduk Polisi

Dalam akun tersebut, menyoal rencana Jokowi mengundang maskapai asing untuk menstabilkan harga tiket pesawat.

Kompas.com/ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A
Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. (ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang pegawai hotel berinisial JA (22) warga Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, diamankan polisi karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi melalui akun Facebook miliknya.

JA yang kini berstatus tersangka ditahan di Mapolda Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan laporan polisi LP/B-328/VI/2019/BABEL/SPKT.

"Pelaku ditangkap terkait ujaran kebencian dan menyebarkan hasutan dan konten hoaks di media sosial," kata Direktur Reskrimsus Kombes Indra Krismayadi kepada awak media di Mapolda Babel, Rabu (3/7/2019).

Indra menuturkan, tim Cyber Ditreskrimsus Polda Babel menerima laporan adanya postingan yang dinilai melecehkan Jokowi oleh akun Facebook bernama Juranda Konyoll pada 11 Juni 2019.

Dalam akun tersebut, menyoal rencana Jokowi mengundang maskapai asing untuk menstabilkan harga tiket pesawat.

"Dalam kalimat itu, tersangka juga menambahkan, 'mantap, lanjutkan wkwkk gobl*k," ujar Indra. Tidak berhenti sampai di situ, tersangka juga menulis bahwa Presiden lebih tinggi derajatnya dari pada nabi.

"Hina presiden langsung ditangkap, hina nabi cukup minta maaf," ujar Indra menirukan postingan di Facebook.

Bahkan tersangka juga menambahkan kalimat dalam bahasa daerah yang bermakna kasar.

Atas tindakannya itu, tersangka dijerat Pasal 45 dan Pasal 28 Undang-undang Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 207 dan 208 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara serta denda Rp 1 miliar.

"Kami imbau masyarakat agar bijak bermedia sosial. Jangan menyebarkan ujaran kebencian atau fitnah. Kalimat ujaran tanpa bukti bisa berbahaya," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bandingkan Jokowi dengan Nabi di Facebook, Seorang Pegawai Hotel Ditangkap"

Penulis : Kontributor Pangkalpinang, Heru Dahnur

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved