Breaking News:

Cerita Rahmat Duel Dengan Babi Hutan Berbobot 1 Kwintal yang Bunuh Warsinah: Saya Bacok Tak Mempan

Cerita Rahmat Duel Dengan Celeng Demi Selamatkan Warsinah: Saya Bacok Engga Nepan, Saya Engga Sadar Setelah Diseruduk

Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati/Wikipedia
Rahmat Suwaryo (52) warga Dusun Peninis, RT 1 RW 5, Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas saat ini masih terbaring lemah di ruang perawatan Ar-Rahman 2, Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto. 

"Waktu datang ke rumah sakit sudah lemas, karena kehilangan banyak darah, termasuk almarhum (Warsinah). Keduanya datang bersamaan ke rumah sakit," kata Rini.

Heboh Pria Nikahi Adik Kandung di Bulukumba, Ini 5 Dampak Buruk Anak Hasil Pernikahan Sedarah!

Sementara itu, Kepala Ruang Arrahman RSI Purwokerto Aditya Budi Susana mengatakan, kondisi Rahmat saat ini sudah membaik dibanding hari sebelumnya. Selasa malam, Rahmat telah menjalani operasi.

"Kondisi sudah jauh lebih baik, bisa dikatakan sudah sadar penuh, tapi efek trauma masih ada," ujar dia.

Aditya mengatakan, Rahmat mengalami luka parah pada bagian pahan kanan.

Selain itu, Rahmat juga mengalami luka pada bagian pinggang, perut dan jari tangan sebelah kiri.

TNI dan Polisi Turun Tangan

Sejumlah anggota polisi dan TNI ikut turun tangan membantu warga memburu babi hutan yang melukai empat orang di Desa Windujaya dan Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (2/7/2019).

"Kami bersama warga akan berusaha menggiring babi hutan ke suatu titik. Setelah berhasil digiring di titik yang ditentukan, babi tersebut akan ditembak," ujar Kapolsek Kedungbanteng, AKP Priyono kepada Tribunjateng.com.

Sejumlah aparat kepolisian yang ikut memburu keberadaan babi hutan yang sempat menyerang 4 warga, pada Selasa (2/7/2019).
Sejumlah aparat kepolisian yang ikut memburu keberadaan babi hutan yang sempat menyerang 4 warga, pada Selasa (2/7/2019). (ISTIMEWA)

Priyono mengatakan pihak kepolisian bersama masyarakat sudah siap menggiring babi hutan ke suatu titik.

"Harapannya kami bisa melakukan penembakan di lokasi tersebut. Warga sudah dikumpulkan untuk bersama-sama melakukan pengejaran," tambah Priyono.

Pihaknya juga telah meminta bantuan kepada anggota Perbakin untuk melakukan perburuan. Perburuan akan dilakukan di sekitar wilayah dua desa yang berada di lereng selatan Gunung Slamet tersebut.

"Tadi kami sudah koordinasi dengan tim dari Perbakin untuk menggiring babi hutan. Ini sudah merupakan sebuah ancaman. Harus bisa segera diatasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved