Musim Kemarau, Ini Jenis Tanaman yang Aman dan Tak Perlu Banyak Disiram

Pria yang akrab disapa Nilul tersebut menjelaskan bahwa tanaman memiliki sensitivitas yang tinggi saat memasuki musim kemarau.

Musim Kemarau, Ini Jenis Tanaman yang Aman dan Tak Perlu Banyak Disiram
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Asisten Manager Botani Mart, Muhammad Nailul Niam 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Asisten Manager Botani Mart IPB, Muhammad Nailul Niam sebut tanaman buah memiliki daya tahan lebih saat memasuki musim kemarau.

Pria yang akrab disapa Nilul tersebut menjelaskan bahwa tanaman memiliki sensitivitas yang tinggi saat memasuki musim kemarau.

Ia menjelaskan tanaman sensitif di musim kemarau yakni tanaman jenis semusim atau musiman seperti padi dan jagung.

Untuk itu, dalam merawatnya harus dibutuhkan air yang cukup agar tanaman tersebut tidak stres.

Kendati demikian, Muhammad Nailul Niam membeberkan bahwa tanaman buah lebih aman jika memasuki musim kemarau.

"Tanaman yang sensitif itu adalah tanaman yang musiman atau semusim. Misalnya padi yang harus diirigasi jadi kalau tidak ada air maka tanaman tersebut akan stres. Kalau tanaman buah relatif lebih aman karena dia akarnya akar tunggang jadi lebih masuk ke tanah dan lebih bagus daya tahannya dibanding dengan tanaman semusim," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (3/7/2019).

Sementara itu, ia pun menjelaskan bahwa tanaman yang masuk kategori dewasa cenderung lebih aman di musim kemarau, karena tanaman tersebut mampu bertahan dan hanya disiram satu hari sekali.

Sedangkan untuk tanaman pot, ia mengatakan penyiraman harus tetap teratur karena tanaman di pot ,volume tanah lebih sedikit dan tidak menyimpan air.

"Kalau di sini itu sendiri kalau memang tidak ada musim hujan memang harus tetap disiram. Karena tumbuhan itu butuh air. Tapi di sisi lain kalau kita memiliki akses yang terbatas dengan air tinggal bagaimana kita memenuhi kebutuhan air dengan porsi yang ideal untuk tanaman. Biasanya di sini tergantung dengan tanaman. Jadi tanaman yang sudah besar bisa disiram satu hari sekali itu sudah cukup. Yang jadi masalah itu tanaman yang masih kecil apalagi tanaman yang di dalam pot yang tanahnya sedikit itu harus disiram," jelasnya.

Selain itu, Muhammad Nailul Niam mengatakan sejauh ini air dilawasan Botani Mart masih dalam keadaan normal.

"Kalau di sini air yang kita gunakan dari sumur. Kalau airnya sudah mulai surut bisa diganti melalui PDAM. Tapi kan kalau pakai itu lumayan harganya. Tapi sampai saat ini air masih aman-aman saja dari sumur," pungkasnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved