Breaking News:

Kasus Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid di Sentul, Elemen Mahasiswa Bogor Angkat Bicara

Mereka khawatir dengan adanya isu tersebut bisa memunculkan tuduhan general terhadap satu agama yang bisa memecah belah persatuan antar umat.

TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
elemen mahasiswa Bogor dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Elemen mahasiswa lintas agama di Bogor mengkhawatirkan kasus wanita bwa anjing ke masjid di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor bisa menimbulkan efek negatif

Elemen mahasiswa Bogor yang angkat bicara antara lain dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai).

Mereka khawatir dengan adanya isu tersebut bisa memunculkan tuduhan general terhadap satu agama yang bisa memecah belah persatuan antar umat.

Ketua Umum Perisai Cabang Bogor, Hasyemi Faqihudin mengatakan bahwa sejatinya bangsa yang benar adalah yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.

Permusuhan yang dipicu oleh agama kerap kali menjadi penyebab yang sangat krusial yang dapat membuat masyarakat di suatu negara terpecah belah.

Ia khawatir dengan adanya isu yang sempat viral kemarin bisa memunculkan konflik yang seharusnya tidak terjadi.

"Kemarin itu kan sebetulnya masalah perseorangan. Bukan pada agamanya apalagi anjingnya," ucap dia, Jumat (5/6/2019).

Kendati demikian, ia mendukung penuh keputusan Polres Bogor dalam menuntaskan insiden tersebut.

Apapun langkah polisi yang disabdakan, ia berharap masyarakat tidak terprovokasi, menjaga kodusifitas, dan memelihara keberagaman suku dan agama.

"Kabarnya dikenakan Pasal 156 KUHP, 156a KUHP. Kalau dari saya, saya serahkan semua ke pihak kepolisian bagaimana tempuh jalur hukumnya, kami mendukung sepenuhnya," tutur Hasyemi.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved