Kuliner Bogor
Kembali Populer, Telur Gulung Kini Pakai Campuran Bihun
Telur gulung termasuk jajanan nostalgia yang sudah ada sejak tahun 90-an dan kini kembali populer.
Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Telur gulung termasuk jajanan nostalgia yang sudah ada sejak tahun 90-an dan kini kembali populer.
Telur yang dikocok bersama tambahan garam ini dibuat dengan cara digulung dengan menggunakan lidi bambu.
Tinggal dipadu dengan saus merah, jajanan ini menjadi salah satu favorit yang dibeli anak SD sepulang sekolah.
Saat ini penjual telur gulung menjamur di banyak tempat dan tetap setia digemari orang-orang.
Pembelinya bukan lagi anak-anak kecil, para remaja dan orang dewasa pun bernostalgia menikmati jajanan saat mereka SD dulu.
Salah satu tempat yang bakal menemui deretan pedagang telur gulung yakni di Jalan Kolonel Edy Yoso Martadipura, Cibinong atau di sepanjang akses jalan menuju Stadion Pakansari.
Di sini, pedagang telur gulung menggunakan gerobak dorong hingga booth, bukan lagi dipikul keliling.
"Iya nih, lagi beli telur gulung. Jadi inget zaman SD dulu," tutur salah seorang pembeli Abimanyu Wiratama, Minggu (8/6/2019).
Salah satu penjual telur gulung di kawasan Stadion Pakansari, Ahmad Ujang (35) mengatakan, tidak semua orang bisa membuat telur gulung sebab ada teknik khusus untuk membuatnya.
Agar bisa digulung dengan lidi bambu, telurnya harus dikocok hingga berbuih kemudian dituang ke dalam minyak yang tidak terlalu panas.
"Beberapa pedagang kadang juga campurin adonan telurnya pakai sagu biar gampang digulung," jelas Ujang.
Kini banyak penjaja telur gulung yang membuatnya dengan campuran bihun.
Proses pembuatannya, bihun dimasukkan dalam minyak kemudian diberi beberapa sendok kocokan telur.
Selanjutnya telur digulung dengan lidi bersama dengan mie bihun.
Lain dulu lain sekarang.
Inovasi jajanan nostalgia ini terus dikembangkan agar lebih modern mengikuti zaman.
Selain telur gulung yang dicampur dengan bihun, bumbunya pun lebih variatif.
Jika dulu hanya menggunakan saus merah yang encer, kini sudah ada pilihan lain seperti bumbu bubuk cabai atau barbeque, dan mayonaise.
"Harganya seribu satu tusuk," ucap Ujang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/bihun-yang-dilapisi-telur-gulung.jpg)