Tabungan Digital Gaul iB oleh BPR Syariah, Wadah Menabung 'Milenial Zaman Now'

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah terus berkembang dan kreatif untuk menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.

Tabungan Digital Gaul iB oleh BPR Syariah, Wadah Menabung 'Milenial Zaman Now'
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah terus berkembang dan kreatif untuk menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah terus berkembang dan kreatif untuk menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.

Tidak hanya fokus pada produk yang dipasarkan, namun juga bergeser pada ide-ide untuk melakukan kolaborasi mengembangkan platform bersama dengan lembaga keuangan syariah lainnya atau konvensional.

Salah satu upaya sinergi dalam pengembangan industri keuangan syariah diwujudkan dalam bentuk peluncuran Tabungan Berencana Gerakan Menabung Milenial (Tabungan Gaul iB).

Tabungan ini digagas oleh Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur dan dikembangkan bersama Asbisindo Kompartemen BPRS Jawa Timur, yang kini dikembangkan menjadi program nasional.

Sekretaris Jenderal Kompartemen BPRS Asbisindo, Alfi Wijaya mengatakan bahwa Tabungan Gaul iB merupakan produk simpanan berbasis digital banking untuk segmen milenial, khususnya pelajar SLTA dan mahasiswa.

"Pertama kali dipasarkan di Jawa Timur. Harapannya tahun 2020 sudah bisa dimanfaatkan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," terangnya, Senin (8/7/2019) di Convention Internasional IPB.

Selain tabungan, produk dalam bentuk aplikasi yang dapat didownload di Play Store ini juga memiliki fitur investasi.

Alfi menuturkan, fitur produk ini disesuaikan dengan gaya anak muda milenial yang tidak pernah lepas dari handphone.

Dengan begitu, semua proses transaksi dan administratif di tabungan ini dilakukan melalui handphone atau bisa dikatakan sebagai tabungan tanpa buku.

Ditambahkan Ketua Umum Kompartemen BPR Syariah Asbisindo, Cahyo Kartiko bahwa para kaum milenial merupakan aset bangsa pada tahun 2020-2030 mendatang.

Mereka yang nantinya akan menjadi penggerak dan membuka lahan pekerjaan baru berupa bisnis digital dan industri kreatif.

"Kami melihat potensi para kaum muda ke depan sangat besar. Dari sekarang kami membuka jalan bagi mereka dengan produk yang sesuai dengan kaum milenial," jelas dia.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved