Fokus pada UMKM, Rasio Pembiayaan Bermasalah BPR Syariah Membaik

Cahyo Kartiko mengatakan, berdasarkan data hingga Maret 2019 NPF BPRS telah mencapai 8.71 persen dari 9.02 persen.

Fokus pada UMKM, Rasio Pembiayaan Bermasalah BPR Syariah Membaik
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Ketua Kompartemen BPRS Asbisindo, Cahyo Kartiko 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Asosiasi Bank Syariah Indonesia ( Asbisindo) berhasil menurunkan rasio pembiayaan bermasalah (Non Perfoming Financing/NPF) Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sebesar 0.31 persen.

Ketua Kompartemen BPRS Asbisindo, Cahyo Kartiko mengatakan, berdasarkan data hingga Maret 2019 NPF BPRS telah mencapai 8.71 persen dari 9.02 persen.

"NPF terbesar berasal dari sektor perdagangan. Jadi upaya kami melakukan pendampingan agar pembayarannya tidak macet," tutur dia dalam acara Launching Tabungan Gaul BPR Syariah di Kota Bogor, Senin (8/7/2019).

Cahyo mengakui bahwa NPF BPRS memang sulit untuk ditekan agar dapat mendekati batas regulator yakni 5.0 persen.

Hal ini lantaran masih ada BPRS yang menyasar atau mengikuti segmen konvensional.

Namun pihaknya akan terus berupaya merumuskan model bisnis yang tepat untuk BPRS.

Selain melakukan upaya preventif kepada para pedagang, BPRS juga melakukan restrukturasi agar nasabah pelan-pelan memperbaiki tingkat keuangannya.

Cahyo menyampaikan, turunnya nilai NPF juga dikarenakan adanya tren kualitas pembiayaan yang tumbuh sebesar 15 persen di tahun 2019 ini.

Jika tahun lalu hanya Rp 8 triliun, hingga Maret 2019 kemarin pembiayaan mengalami peningkatan menjadi Rp 9.3 triliun.

"Pembiayaan didominasi di sektor usaha perdagangan. Memang UMKM masih menjadi target market kami," jelas dia.

Penulis: Tsaniyah Faidah
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved