Breaking News:

Kisah Heroik di Balik Sarung Tangan Hitam Bang Jack, 11 Peluru Saat Baku Tembak dengan Tersangka

Saat terjadi baku tembak, Bang Jack terkena 11 peluru yang ditembakkan pelaku. Delapan peluru dapat dikeluarkan.

Editor: Ardhi Sanjaya
Kompas.com
Aiptu Jakaria atau akrab disapa Bang Jack di ruangannya di gedung Jatanras, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Sabtu (6/7/2019)(RINDI NURIS VELAROSDELA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bang Jack adalah salah satu polisi nyentrik yang dikenal publik.

Rambutnya panjang dan pirang. Sepintas, gayanya tak terlihat seperti polisi. Nama aslinya adalah Jakaria.

Polisi berpangkat aiptu itu kini tergabung sebagai anggota Subdit Jatanras, Ditreskrimum, Polda Metro Jaya.

Saat Kompas.com bertemu Bang Jack di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Sabtu (6/7/2019), mata langsung tertuju pada sarung tangan hitam yang menutupi tangan kirinya.

Bagi orang awam, sarung tangan itu mungkin tampak seperti aksesori.

Namun, sarung tangan itu sangat penting bagi aktivitas Bang Jack. Ada kisah heroik di dalamnya.

Bang Jack bercerita, sarung tangan hitam itu mulai digunakan pada 2006.

Saat itu, tiga peluru yang bersarang di tangan kirinya tidak dapat dikeluarkan.

Proyektil peluru telah hancur dan menyatu dengan tulang pada bagian tangan kiri.

Sebelumnya, ia terlibat baku tembak dengan perampok di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved