Breaking News:

Kronologi Anak Penggal Leher Ayah yang Lumpuh Pakai Kampak, Kepala Bapak Terpisah - Ibu Histeris

Bahkan leher korban Arofana Harefa sampai terputus setelah lehernya dipenggal oleh anaknya Hepriaman Harefa (29).

net
ilustrasi tewas 

Kronologi Anak Penggal Leher Ayah Kandung yang Lumpuh Pakai Kampak, Kepala Bapak Terpisah-Ibu Histeris

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nasib nahas dialami seorang ayah Arofana Harefa (65) yang tewas dipenggal anak kandungnya sendiri.

Bahkan leher korban Arofana Harefa sampai terputus setelah lehernya dipenggal oleh anaknya Hepriaman Harefa (29).

Insiden pembunuhan sadis ini terjadi di Desa Madula, Kecamatan Gunungsitoli Nias, Sumatra Utara.

Saat ini, polisi telah mengamankan pelaku Hepriaman Harefa untuk dimintai keterangannya.

Insiden pembunuhan sadis yang terjadi pada Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 19.00 WIB itu mengundang perhatian warga sekitar.

Polisi yang mendapatkan informasi itupun langsung mengamankan pelaku agar tidak diamuk masa.

Cerita Rahmat Duel Dengan Babi Hutan Berbobot 1 Kwintal yang Bunuh Warsinah: Saya Bacok Tak Mempan

Kesaksian Penggali Kubur Makam Sutopo Purwo Nugroho di Boyolali: Biasanya Seharian, Ini Cuma 2 Jam

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan mengatakan bahwa usai pembunuhan, pelaku langsung diringkus petugas dari Polres Nias yang kebetulan rumahnya berada di sekitar lokasi kejadian.

“Begitu mendengar teriakan dari istri korban, anggota Polres Nias langsung merapat dan meringkus tersangka di dalam rumah,” kata Deni, Sabtu (6/7/2019) dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Medan.

Menurut Kepala Desa Madula, Exsodius Lalaziduhu Harefa mengatakan, pelaku dan korban memang sempat bertengkar sebelum kejadian pembunuhan sadis tersebut.

Pelaku Pembunuhan Bocah SD Ternyata Hobi Mencuri Celana Dalam Tetangga, Koleksinya Capai 1000 Buah

Tewas Dalam Kecelakaan, Jasad Pria Ini Diantar Temannya Cuma Sampai Gang Rumah

Hepriaman Tebas Kepala Sang Ayah yang Lumpuh hingga Putus, Polisi Sebut Ini Penyebabnya. Hepriaman Harefa (29) tega menghabisi nyawa ayahnya, Arofana Harefa (65).
Hepriaman Tebas Kepala Sang Ayah yang Lumpuh hingga Putus, Polisi Sebut Ini Penyebabnya. Hepriaman Harefa (29) tega menghabisi nyawa ayahnya, Arofana Harefa (65). (TRIBUBN-MEDAN/Polres Nias)

Setelah pertengkaran, korban masuk ke kamar untuk berbaring di tempat tidur.

Namun, tidak lama kemudian, pelaku menyusul korban masuk ke dalam kamar.

“Pelaku masuk ke dalam kamar ayahnya sambil membawa senjata tajam dan menebas leher ayahnya yang sedang berbaring di tempat tidur,” katanya.

Tebasan pelaku pun membuat ayah kandungnya tersebut meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

“Saat kejadian, keluarga lainnya yang tinggal di rumah tersebut sedang berada luar sehingga hanya pelaku dan korban yang ada di rumah,” katanya.

Istri korban yang juga ibu dari tersangka langsung teriak histeris saat melihat suaminya tewas dengan kondisi bagian leher terputus.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan menjelaskan kronologi kejadian pembuhan yang dilakukan anak kepada orangtuanya sendiri.

Deni menjelaskan bahwa korban yang menderita sakit lumpuh sudah 15 tahun ini dipenggal kepalanya oleh pelaku dengan menggunakan kampak.

Terungkap ! Haryanto si Tukang Bubur Ternyata Sempat Setubuhi Jasad Bocah SD Setelah Tewas Dibunuh

Kronologi Pembunuhan Anak di Bogor,Centong & Ember Jadi Saksi Bisu Kematian Gadis Kecil di Bak Mandi

Berdasarkan keterangan warga sekitar, sambung Kapolres, tersangka yang saat ini sudah diamankan di kantor polisi alami kejiwaan yang tidak stabil.

"Informasi awal, tersangka mengalami ganguan jiwa. Rencananya Minggu depan akan kita bawa ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa terkait kejiwaannya," ujar Deni.

"Nantinya keterangan dari dokter jiwa sangat mempengaruhi proses hukum ke depan,” sambungnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay.com)

Menurutnya, pembunuhan sadis itu terjadi setelah korban selesai makan malam dan korban beristirahat di dalam kamar.

"Kemudian tersangka mengambil kapak di dapur dan langsung menuju kamar korban. Lalu di kampaknya kepala korban sebanyak tiga kali hingga kepalanya putus,” ungkap Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Hepriaman Harefa tampak tidak ada raut penyesalan setelah membunuh ayah kandungnya sendiri.

Polisi pun masih mendalami motif pembunuhan ayah oleh putranya itu.

"Tersangka juga sudah kita mintai keterangan. Dia nampak seperti tidak ada penyesalan. Karena dari raut wajahnya, dia biasa saja,” pungkas Deni.

Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved