Revitalisasi Sempat Terbengkalai Selama 3 Tahun, Pembangunan Masjid Agung Bogor Bakal Dilanjut

Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor bakal kembali dilanjutnya setelah sempat terbengkalai hampir 3 tahun.

Revitalisasi Sempat Terbengkalai Selama 3 Tahun, Pembangunan Masjid Agung Bogor Bakal Dilanjut
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengecek kondisi bangunan Masjid Agung Bogor yang masih terbengkalai, Senin (8/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor bakal kembali dilanjutnya setelah sempat terbengkalai hampir 3 tahun.

Dihentikannya pembangunan saat itu karena ada temuan kontruksi bangunan yang tidak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

Saat ini, Pemkot Bogor akan meminta bantuan dari Kementerian PUPR untuk melakukan pengecekan kondisi kelayakan bangunan sebelum dilanjutkan kembali.

"Yang kita pikirkan hanya untuk keselamatan umat, seperti yang disampaikan pihak K2 bahwa masjid harus memiliki standard Keamanan yag lebih tinggi dari Bangunan lain," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau bangunan Masjid Agung bersama Kementerian PUPR, Senin (8/7/2019).

Dedie menjelaskan bahwa pembanguanan Masjid Agung dipastikan akan terus berlanjut.

Saat ini sementara bagian basement bangunan masih bisa dipakai untuk para jamaah beribadah.

"Setelah ada rekomendasi kita akan tentukan sesuatu, cuma dari sisi waktu kelihatannya kita tidak bisa melanjutkan konstruksi atau tender pada saat ini, setelah ada evaluasi kita akan lakukan tender sebelum Januari, setelah Januari kita rancang ulang, stelah redesign Kita rebudgeting," ujarnya.

Dedie pun mengatakan bahwa Pemkot Bogor audah menganggarkan sekitar Rp 15 M untuk kelanjutan pembangunan Masjid Agung.

Namun karena diperlukan pengecekan gedung untuk itu anggaran akan kembali diajukan pada anggaran perubahan.

"Budgeting yang sudah Ada kita tahan Kita alokasikan ke yang lainnya, nanti di APBD perubahan, yang kita pikirkan hanya untuk keselamatan umat, seperti yang disampaikan pihak K2 bahwa masjid harus memiliki standard keamanan yag lebih tinggi dari bangunan lain," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved