2 Komisioner Dicopot dari Jabatannya, Ini Kata Ketua KPU Arief Budiman

Ia diberhentikan karena dianggap melanggar kode etik terkait dengan proses seleksi calon KPU Kabupaten Kolaka Timur

2 Komisioner Dicopot dari Jabatannya, Ini Kata Ketua KPU Arief Budiman
TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
Arief Budiman, Ketua KPU Republik Indonesia, saat kunjungan ke Kantor KPUD Kota Bogor, Minggu (4/3/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman mengatakan, bakal lebih dulu mempelajari putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) soal pemberhentian dua komisoner KPU dari jabatan kepala divisi.

Menurut Arief, tidak mudah untuk mengganti personelnya di tengah-tengah tahapan pemilu dan persiapan Pilkada ini.

"Kita akan tindak lanjuti setelah melakukan rapat pleno, bagaimana sikap kita, bagaimana respons kita. Karena bukan hal yang mudah sebetulnya mengganti personel di tengah-tengah tahapan seperti ini," kata Arief saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Arief mengatakan, setiap Komisioner KPU punya keahlian masing-masing.

Jika jabatan itu digantikan oleh orang yang tidak punya latar belakang yang relevan, hasil pekerjaannya tidak akan maksimal.

Apalagi, Arief bersama enam komisioner KPU telah menjalankan tugas selama hampir setengah periode.

Jika susunannya diubah saat ini, dikhawatirkan berdampak pada tahapan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada.

"Pasti mereka punya keahlian, punya pengalaman, dan sudah merancang kultur kerja kemudian cara kerja di masing-masing divisinya, kalau diubah tentu bisa merepotkan," ujar Arief.

Namun demikian, Arief menilai, apapun putusan DKPP, pihaknya tidak punya opsi. KPU harus menjalankan putusan DKPP.

"Namun, bagaimana cara menindaklanjutinya, masih akan dipikirkan," kata Arief.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved