Personel Band Slank Temui Bocah Pecandu Sabu Berusia 13 Tahun di BNN Lido, Begini Reaksinya

Kaka memilih residen yang belum masih baru menjalani rehabilitasi dengan tanda residen berkaus hijau.

Personel Band Slank Temui Bocah Pecandu Sabu Berusia 13 Tahun di BNN Lido, Begini Reaksinya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Grup Band Slank saat mengisi acara di Silaturahmi Keluarga Besar Balai Besar Rehabilitasi BNN di Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (11/7/2019) sore. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Band Slank manggung dalam acara silaturahmi keluarga besar Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (11/7/2019).

Saat menyanyikan lagu yang berjudul 'orkes sakit hati,' Kaka Slank mengajak sejumlah residen atau peserta rehabilitasi narkoba untuk naik dan berjoget di atas panggung.

Kaka memilih residen yang belum masih baru menjalani rehabilitasi dengan tanda residen berkaus hijau.

Saat 5 orang residen itu naik panggung, sontak sang gitaris Slank, Ridho kaget.

"Kok kecil amat," kata dia saat melihat salah satu residen yang berpostur tubuh paling kecil naik ke panggung.

Para residen itu sempat mengobrol sambil bersalaman dengan para personel Slank.

Akhirnya, vokalis Slank, Kaka mengetahui kenapa residen berpostur tubuh paling kecil itu ada di Pusat Rehabilitasi BNN Lido.

"Umur 13 tahun nyabu tuh," kata Kaka dilanjut mempraktekan gaya sakau direspon gemuruh tamu yang hadir.

Meski begitu, suasana di lokasi tetap meriah setelah para residen itu kemudian berjoget di atas panggung begitu pun residen lain di bangku penonton menikmati alunan lagu 'orkes sakit hati.'

Deputi Rehabilitasi BNN, Yulis Farida, mengatakan bahwa residen yang menjalani rehabilitasi narkoba di BNN Lido memang didominasi pelajar dan mahasiswa.

Usia paling dini, adalah anak 13 tahun yang kecanduan narkoba jenis sabu.

"Dia (bocah 13 tahun) udah make sabu sekitar 1 tahun, kalau udah setahun udah rutinitas, dia jadi ketergantungan. Itu masa rentan. Anak usia segitu kan baru mulai mencari jati dirinya, kalau tidak ada perhatian dari keluarga, bisa lari ke situ," katanya.

Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Muhammad Ali Azhar menambahkan bahwa anak-anak terlibat narkoba biasanya disebabkan oleh lingkungan dan ketidak harmonisan keluarganya.

"Tapi kebanyakan karena faktor lingkungan dan pergaulan anak itu sendiri yang banyak ditemui di sini. Kemarin di sini (BNN Lido) ada 26 anak dan remaja, sekarang sudah banyak yang pulang, tinggal 10 orang. Dia kan dibekali di sini bagaimana melakukan pencegahan kekambuhan di luar, itu ditanamkan pada anak tersebut dan juga harus di-support oleh keluarganya," ungkap Ali.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved